WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ketahanan pangan nasional melalui penguasaan teknologi pertanian modern dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Stadium Generale bertema “Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan pada Jumat (22/5/2026) lalu, dengan menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, sebagai narasumber.
Dekan FPP UMP, Anis Shofiyani, menekankan bahwa mahasiswa saat ini merupakan bagian dari generasi baru petani atau Gen Z farmer yang memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi digital dan inovasi.
Menurutnya, kapasitas tersebut menjadi modal penting dalam menjawab tantangan sektor pertanian, terutama dalam menghadapi isu ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
“Mahasiswa memiliki peluang besar untuk mendorong transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi berbasis digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa FPP UMP mengembangkan konsep sustainable agriculture atau pertanian berkelanjutan melalui pendekatan smart farming yang mengedepankan efisiensi, presisi, dan pemanfaatan teknologi dalam proses produksi.
Selain itu, FPP UMP juga mengimplementasikan model integrated farming, yaitu sistem pertanian terintegrasi yang menghubungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan melalui prinsip minim limbah atau zero waste.
“Seluruh aktivitas pertanian diarahkan agar tetap produktif tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Widiastuti menyampaikan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah program strategis, termasuk penguatan kedaulatan pangan, pengembangan infrastruktur pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pangan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi serta mendorong pembangunan industri pupuk nasional. Selain itu, pengembangan jaringan irigasi dan inovasi benih unggul terus dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga riset.
Widiastuti menekankan pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan melalui penguatan riset, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.
“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya inovasi pertanian berkelanjutan serta mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Be the first to comment