Umsida Salurkan Dukungan Pendidikan Rp3,1 Miliar untuk Mahasiswa Baru

Umsida Salurkan Dukungan Pendidikan Rp3,1 Miliar untuk Mahasiswa Baru

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyalurkan dukungan pembiayaan pendidikan senilai Rp3,1 miliar kepada 1.064 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Forum Ta’aruf Mahasiswa (Fortama) sesi kedua.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp3.102.810.000 melalui berbagai skema beasiswa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Umsida memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang menghadapi kendala pembiayaan.

Kabid Pelayanan dan Logistik Admisi Umsida, Syahrul Ardiansyah, mengatakan Umsida saat ini memiliki sekitar 14 jenis beasiswa dengan sasaran dan kriteria yang beragam.

“Harapan besar dari Umsida jangan sampai ada adik-adik calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah karena biaya. Karena itu Umsida memberikan banyak bantuan yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, tentunya dengan prasyarat yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Menurut Syahrul, setiap program memiliki mekanisme seleksi sesuai dengan karakteristik dan sasaran penerima. Proses diawali dengan seleksi administratif berdasarkan persyaratan yang ditetapkan untuk masing-masing jenis beasiswa.

Pada beasiswa prestasi, misalnya, calon penerima harus memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen pendukung sesuai kategori yang dipilih. Jumlah penerima dan besaran bantuan juga disesuaikan dengan kuota serta kebutuhan masing-masing program.

“Mahasiswa yatim piatu, misalnya, memiliki pertimbangan berbeda dengan kategori lainnya karena kondisi yang dihadapi juga berbeda,” tutur Syahrul.

Umsida tidak hanya memberikan bantuan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan terhadap mahasiswa penerima selama menjalani perkuliahan. Pembinaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA).

Pendampingan tersebut diarahkan untuk mendukung perkembangan mahasiswa, baik secara akademik maupun nonakademik. Salah satu aspek yang diperhatikan ialah capaian akademik melalui ketentuan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) pada program beasiswa tertentu.

“Ketika ada syarat minimal IPK yang harus diperoleh mahasiswa, harapannya itu menjadi motivasi supaya mereka terus berusaha untuk berkembang,” kata Syahrul.

Dengan mekanisme tersebut, beasiswa tidak hanya diposisikan sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga disertai tanggung jawab mahasiswa untuk menjaga capaian akademik dan mengikuti pembinaan selama studi.

Dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa baru juga datang dari Kantor Layanan Lazismu Umsida melalui program Beasiswa Sang Surya. Tahun ini, program tersebut diarahkan pada skema Beasiswa 10.000 Sarjana.

Bendahara Lazismu Umsida, Abdul Haris Effendie, mengatakan sekitar 800 mahasiswa baru ditargetkan menjadi penerima Beasiswa Sang Surya. Proporsi penerima menyesuaikan ketentuan Umsida, yakni sekitar 20 persen untuk jalur penerimaan tertentu, dengan pengecualian jalur tahfiz.

Seleksi penerima mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa dan keluarga. Calon penerima wajib melengkapi persyaratan, termasuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta mengikuti wawancara untuk memverifikasi kondisi yang disampaikan.

“Kondisi keluarga itu seperti apa, orang tuanya bekerja apa, penghasilannya berapa. Kita wawancara dulu, kemudian setelah sesuai dengan realita dan berkas lengkap, baru diproses melalui sistem BIMA,” ungkap Haris.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui sistem keuangan Umsida. Dana kemudian masuk ke virtual account mahasiswa dan diperhitungkan dalam pembayaran biaya pendidikan.

Haris mengatakan skema beasiswa dapat terus dikembangkan melalui evaluasi berkala. Pengembangan tersebut dapat mempertimbangkan kebutuhan baru maupun mahasiswa dengan potensi tertentu.

“Beasiswa akan terus berkembang, tetapi tetap melalui evaluasi. Jika ada kebutuhan baru atau ada mahasiswa dengan potensi tertentu, bisa menjadi pertimbangan untuk pengembangan jenis beasiswa berikutnya,” pungkasnya.

Melalui berbagai skema tersebut, Umsida berupaya menjaga agar persoalan biaya tidak menjadi satu-satunya penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dukungan pembiayaan sekaligus pendampingan diharapkan membantu mahasiswa menjalani proses akademik secara berkelanjutan.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply