WARTAPTM.ID, TANGERANG — Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuka peluang penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Rektor UMT Desri Arwen bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin di kediaman Wali Kota Tangerang, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahim sekaligus pembahasan sejumlah peluang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung program prioritas Pemkot Tangerang serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu agenda yang dibahas adalah peluang keterlibatan UMT dalam mendukung Program 3G Pemkot Tangerang, yakni Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako.
Program Gampang Kerja diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat. Gampang Sekolah berkaitan dengan perluasan akses pendidikan, sedangkan Gampang Sembako ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga ketahanan sosial ekonomi.
Rektor UMT Desri Arwen mengatakan perguruan tinggi memiliki ruang kontribusi yang luas dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program-program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Tangerang. UMT siap bersinergi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujar Desri.
Selain membahas dukungan terhadap Program 3G, UMT menawarkan penguatan kerja sama melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang ingin melanjutkan pendidikan formal dengan mempertimbangkan pembelajaran, pengalaman kerja, dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya sesuai mekanisme dan ketentuan RPL.
“Kami berharap para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di UMT melalui jalur RPL. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja untuk mendapatkan pengakuan akademik secara formal,” jelasnya.
Penguatan program RPL juga tengah dilakukan UMT. Saat ini, UMT telah mengajukan 33 program studi untuk memperoleh Sertifikat Kelayakan Penyelenggaraan RPL.
Langkah tersebut menunjukkan upaya UMT memperluas akses pendidikan tinggi melalui skema yang dapat mengakomodasi pengalaman dan pembelajaran yang telah dimiliki calon mahasiswa, sekaligus tetap mengikuti standar dan ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyambut positif gagasan kolaborasi yang disampaikan jajaran pimpinan UMT. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Membangun Kota Tangerang yang tangguh membutuhkan sinergi semua pihak. Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan UMT, baik dalam mendukung program 3G maupun dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah,” ungkap Sachrudin.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas ruang kerja sama antara UMT dan Pemkot Tangerang. Sinergi yang dibangun tidak hanya diarahkan pada sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi dikembangkan pada berbagai bidang strategis sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Be the first to comment