WARTAPTM.ID, TANGERANG – Penguatan ekosistem keuangan syariah di lingkungan perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan perbankan. Literasi menjadi fondasi agar sivitas akademika mampu memahami prinsip, memilih produk, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Asrori Mukhtarom, dalam kegiatan sosialisasi produk dan layanan perbankan syariah bersama Bank Syariah Nasional (BSN) yang digelar secara hybrid di Aula Lantai 15 UMT, Senin (10/8/2026).
Menurut Asrori, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga perbankan syariah memiliki nilai strategis karena dapat mempertemukan kebutuhan layanan keuangan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah.
“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Bagi UMT, kerja sama dengan perbankan syariah bukan hanya terkait layanan transaksi, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun ekosistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Ia menilai pemahaman mengenai keuangan syariah perlu terus diperkuat, terutama di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Literasi yang baik akan membantu sivitas akademika memahami produk keuangan secara lebih utuh, termasuk prinsip yang mendasari setiap layanan.
Karena itu, sosialisasi tidak semestinya berhenti pada pengenalan produk perbankan. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang edukasi agar sivitas akademika memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan pilihan keuangan berdasarkan kebutuhan dan pemahaman yang memadai.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam aspek layanan perbankan, tetapi juga dalam pendidikan, literasi keuangan, hingga pengembangan berbagai program kolaboratif antara UMT dan BSN ke depan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen BSN memperkenalkan sejumlah produk dan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika. Materi yang disampaikan antara lain mencakup layanan transaksi perbankan digital, produk simpanan, serta berbagai skema pembiayaan.
Perwakilan manajemen BSN mengatakan kehadiran perbankan syariah di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi UMT dalam membangun literasi dan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang mendapat perhatian peserta. Sejumlah peserta menggali informasi mengenai mekanisme layanan, produk digital, pembiayaan, hingga peluang pengembangan kemitraan antara UMT dan BSN.
Bagi UMT, ruang dialog tersebut penting untuk mempertemukan kebutuhan sivitas akademika dengan perkembangan layanan keuangan syariah. Dengan pemahaman yang lebih baik, penggunaan layanan keuangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemudahan transaksi, tetapi juga mempertimbangkan aspek prinsip dan manfaatnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III UMT, jajaran Badan, Lembaga, Biro, dan Unit (BLBU) UMT, serta manajemen BSN.
Kolaborasi UMT dan BSN selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari literasi keuangan syariah, layanan perbankan, pendidikan, hingga penguatan ekosistem ekonomi halal.
Melalui sinergi tersebut, UMT dan BSN berupaya membangun hubungan yang tidak berhenti pada layanan perbankan. Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat literasi sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih dekat dengan kebutuhan sivitas akademika dan masyarakat.
Be the first to comment