WARTAPTM.ID, SORONG — Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong memperkuat pengabdian kepada masyarakat di wilayah 3T melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) di Kampung Walal, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Melalui program tersebut, UNIMUDA Sorong mendampingi petani-peternak memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak melalui teknologi silase. Upaya ini diarahkan untuk membantu masyarakat mengelola sumber daya lokal sekaligus memperkuat ketahanan pakan dan potensi ekonomi berbasis lingkungan.
Program KOSABANGSA itu mengusung tema “Pemberdayaan Petani-Peternak Wilayah 3T Walal, Papua Barat Daya melalui Hilirisasi Silase Limbah Pertanian bagi Ketahanan Pakan dan Ekonomi Hijau Berkelanjutan.”
Ketua Tim KOSABANGSA UNIMUDA Sorong, Aci Aprianto, mengatakan pengabdian di wilayah 3T perlu disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki masyarakat setempat.
“Kegiatan KOSABANGSA ini merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi bersama masyarakat. Kami tidak hanya memberikan pengetahuan dan teknologi, tetapi berupaya membangun proses pemberdayaan yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kampung Walal secara berkelanjutan,” ujar Aci kepada redaksi, Ahad (27/9/2026).
Limbah Pertanian Diolah Menjadi Pakan
Melalui program tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pengolahan limbah pertanian menjadi silase. Bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diarahkan menjadi alternatif pakan yang dapat disimpan dan digunakan untuk mendukung kebutuhan ternak.
Pendekatan ini sekaligus mendorong masyarakat melihat limbah pertanian sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Dengan pengolahan yang tepat, sisa hasil pertanian dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem usaha petani-peternak.
Aci mengatakan pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan pakan.
Menurutnya, pengembangan silase tidak hanya berkaitan dengan teknologi pengolahan pakan, tetapi juga dengan upaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi yang tersedia di lingkungannya.
Dalam pelaksanaannya, tim bersama masyarakat melakukan pembelajaran dan pendampingan mengenai bahan pakan, proses pembuatan silase, serta pengelolaan pakan secara lebih terencana.
Teknologi Disesuaikan dengan Kondisi Masyarakat
Program KOSABANGSA menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemberdayaan. Karena itu, penerapan teknologi tidak hanya berorientasi pada pengenalan inovasi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial, geografis, ekonomi, dan ketersediaan sumber daya di Kampung Walal.
Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengabdian di wilayah 3T. Teknologi yang diperkenalkan perlu dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat agar memiliki peluang untuk dikembangkan setelah pendampingan berakhir.
Tim pelaksana juga menghubungkan aspek pertanian dan peternakan dalam satu rangkaian pemanfaatan sumber daya. Limbah pertanian dapat diolah menjadi pakan, sementara pengelolaan peternakan berpotensi mendukung sumber pendapatan rumah tangga masyarakat.
Program ini sekaligus membawa pendekatan ekonomi hijau melalui upaya mengurangi limbah dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan KOSABANGSA menjadi bagian dari kontribusi UNIMUDA Sorong dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Tim yang terlibat terdiri atas Aci Aprianto, selaku ketua, bersama Anggita Ekaningtyas Hermawan, Susilawati, Innal Saitis, dan Andy Fadly.
Tim membawa pendekatan lintas bidang dalam mendampingi masyarakat, mulai dari pemanfaatan sumber daya pertanian, pengolahan pakan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, UNIMUDA Sorong mendorong agar program tidak berhenti pada transfer pengetahuan dan pelaksanaan kegiatan, tetapi berlanjut pada kemampuan masyarakat dalam mengembangkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Bagi masyarakat Kampung Walal, pemanfaatan limbah pertanian menjadi silase menjadi salah satu alternatif untuk menghubungkan pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem usaha. Sementara bagi perguruan tinggi, program tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.

Be the first to comment