MASTA UMJT 2026 Dibuka, Rektor Tekankan Integrasi Ilmu dan Spiritualitas

MASTA UMJT 2026 Dibuka, Rektor Tekankan Integrasi Ilmu dan Spiritualitas

WARTAPTM.ID, MADIUN — Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTA) Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus 1 UMJT, Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (30/9/2026) itu menjadi ruang pengenalan kehidupan akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa baru.

MASTA yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJT tersebut mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa Berkemajuan di Tengah Arus Disrupsi Zaman”.

Rektor UMJT, Sofyan Anif, mengatakan mahasiswa baru telah memilih kampus yang dapat mengantarkan mereka menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga berintegritas.

“Di UMJT ini, kalian akan diajarkan tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga spiritualitas yang menjadi satu kesatuan yang komprehensif,” ujar Sofyan Anif saat membuka MASTA.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Penguatan spiritualitas dan integritas diperlukan agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bagian dari pembentukan pribadi mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, MASTA UMJT dirancang dengan sejumlah materi yang berkaitan dengan tantangan mahasiswa di tengah perubahan zaman. Ketua BEM UMJT Maikel Jeksen mengatakan terdapat tujuh materi pokok yang akan diberikan kepada mahasiswa baru.

Materi tersebut meliputi AIK dan Krisis Moral Generasi Digital; Mahasiswa di Tengah Disrupsi Peradaban Modern; Kultur Akademik dan Tradisi Intelektual Mahasiswa Muhammadiyah; Wawasan Kebangsaan dan Fenomena Sosial Kontemporer; Transformasi Digital Kampus dan Etika Teknologi; Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah dan Kepemimpinan Progresif; serta Pengembangan Potensi dan Masa Depan Mahasiswa.

“Selain materi teori, kita nanti lakukan mini outbound di area Kampus 1 di hari terakhir MASTA,” kata Maikel.

Sejumlah pemateri dari internal UMJT dilibatkan untuk menyampaikan materi sesuai bidang masing-masing. Sofyan Anif, misalnya, membawakan materi mengenai AIK dan Krisis Moral Generasi Digital. Sementara Kepala Bidang Administrasi Akademik UMJT Galih Wiratmoko, M.Kom. menyampaikan materi Transformasi Digital Kampus dan Sosialisasi SIAKAD.

Wakil Rektor I UMJT, Fajar Junaedi, mengatakan pelibatan BEM dalam penyelenggaraan MASTA merupakan bentuk kepercayaan universitas kepada mahasiswa.

“Kami percayakan pada teman-teman mahasiswa yang mempunyai kedewasaan mengelola acara. Mengelola MASTA juga menjadi bagian dari BEM UMJT mengaktualisasi diri mereka secara akademik,” terang Fajar.

Meski pengelolaan teknis diberikan kepada mahasiswa, universitas tetap memberikan sejumlah rambu-rambu dalam pelaksanaannya. BEM UMJT diminta memastikan kegiatan berlangsung tanpa bullying, kekerasan, maupun rasisme.

“Kami mendorong MASTA ini menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi dan keberagaman,” ujar Fajar.

Pembukaan MASTA ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada dua perwakilan mahasiswa baru, yakni Yoga Eka Ramdani dari Program Studi Ilmu Hukum dan Bunga Anggun Pratiwi dari Program Studi Administrasi Kesehatan.

Melalui MASTA 2026/2027, UMJT tidak hanya mengenalkan lingkungan dan sistem akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang kehidupan kemahasiswaan, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, etika teknologi, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.

Tema “Menjadi Mahasiswa Berkemajuan” menjadi pijakan agar mahasiswa baru mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai, integritas, dan kepedulian terhadap keberagaman.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply