UNISA Yogyakarta Bekali 190 Calon Ners, Siap Terjun ke Dunia Klinis dengan Profesionalisme dan Etika

UNISA Yogyakarta Bekali 190 Calon Ners, Siap Terjun ke Dunia Klinis dengan Profesionalisme dan Etika

WARTAPTM.ID, YOGYAKARTAUniversitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berakhlak. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Pembukaan Kepaniteraan Umum (Panum) Angkatan XXII Tahun Ajaran 2026/2027 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners.

Kegiatan yang berlangsung di Hall Baroroh Baried, Senin (3/8/2026), diikuti oleh sebanyak 190 mahasiswa sebagai tahap awal sebelum mereka diterjunkan langsung ke berbagai rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan.

Panum menjadi ruang pembekalan strategis yang dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, baik dari sisi keterampilan klinis, kemampuan berpikir kritis, maupun ketepatan dalam pengambilan keputusan medis saat menghadapi kondisi riil pasien.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners UNISA Yogyakarta, Dr. Sarwinanti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa mahasiswa akan menjalani proses pendidikan profesi melalui 12 stase praktik klinik dalam kurun waktu satu setengah tahun ke depan.

“Kami berpesan, saat menjadi tamu di rumah sakit nanti, kalian wajib mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Jadikan skill, penguasaan materi, dan komunikasi sebagai bekal utama. Namun yang paling penting, sikap dan etika keprofesian harus selalu dijaga,” tegasnya.

Menurutnya, kesiapan menjadi tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga oleh integritas dan etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Melalui program Kepaniteraan Umum ini, UNISA Yogyakarta berupaya memastikan bahwa setiap calon ners memiliki kesiapan holistik yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar UNISA Yogyakarta dalam menghadirkan lulusan profesi ners yang tangguh, adaptif, dan mampu bersinergi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dengan pembekalan yang matang, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang andal secara teknis, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin dalam praktik pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berkeadaban.

Be the first to comment

Leave a Reply