Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan tinggi kesehatan. Kampus ini resmi membuka Program Studi (Prodi) Magister (S2) Fisioterapi setelah memperoleh izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
UNISA Yogyakarta mengantongi Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 215/B/O/2026. SK tersebut diterima pada Kamis, 12 Maret 2026, yang sekaligus menandai dimulainya operasional program magister baru di lingkungan kampus.
Kehadiran Prodi S2 Fisioterapi menambah pilihan studi di UNISA Yogyakarta. Hingga saat ini, kampus tersebut telah memiliki total 24 program studi di berbagai bidang, dengan fokus utama pada penguatan sektor kesehatan.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dewi Rokhanawati, menyampaikan bahwa pembukaan program ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. Menurutnya, prodi magister ini tidak hanya memperluas cakupan keilmuan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi ruang pengembangan riset fisioterapi yang berkelanjutan. Lulusan yang dihasilkan ditargetkan memiliki kompetensi profesional sekaligus menjunjung tinggi integritas dalam praktik keilmuan dan pelayanan kesehatan.
Dengan hadirnya Program Magister Fisioterapi, UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berperan dalam mencetak tenaga kesehatan unggul dan berdaya saing.
Be the first to comment