WARTAPTM.ID, SURABAYA – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-54 Program Magister, Sarjana, dan Diploma di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (1/6/2026). Sebanyak 456 wisudawan resmi dikukuhkan pada semester gasal Tahun Akademik 2025/2026.
Wisuda kali ini menjadi momentum penting dalam perjalanan institusi, ditandai dengan penguatan identitas baru Umsura sebagai “Kampus Para Juara” (Home of Champions). Transformasi ini mencerminkan komitmen kampus dalam membangun budaya unggul dan kompetitif di tengah dinamika global.
Rektor UMSURA, Mundakir, menyampaikan bahwa perubahan identitas tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi masa depan pendidikan tinggi.
“Perubahan ini menunjukkan bahwa kampus harus terus bergerak, dinamis, dan berinovasi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan para lulusan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga orang tua.
“Kami mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Ini adalah hasil dari kerja keras bersama, termasuk dukungan keluarga yang senantiasa mengiringi perjalanan akademik,” tambahnya.
Dalam laporannya, Rektor juga menyoroti sejumlah kisah inspiratif dari para wisudawan yang mencerminkan nilai-nilai perjuangan dan keunggulan.
Di antaranya Muhammad Shohudin, wisudawan asal Madura yang tumbuh sebagai yatim piatu dan berhasil menjadi Wakil Presiden Mahasiswa. Selain itu, terdapat Firza, figur muda yang aktif mempromosikan kampus di ruang digital, serta Cindi Salista Nurhalisa Cahyono dari Fakultas Kedokteran yang dikenal melalui ajang Indonesian Idol 2024.
Kisah lainnya datang dari dr. Muhammad Ibrahim Singaji, lulusan Magister Administrasi Rumah Sakit yang telah berkontribusi menghadirkan layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Pendidikan Muhammadiyah dan Tantangan Global
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, menegaskan bahwa ijazah bukan sekadar simbol akademik, tetapi amanah sejarah di tengah perubahan global yang cepat.
Ia mengingatkan pentingnya penguasaan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, penalaran moral, serta wawasan global.
“Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membentuk insan berintegritas yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, menekankan pentingnya kepribadian dalam dunia kerja. Ia menyebut empat karakter utama yang harus dimiliki lulusan Muhammadiyah, yaitu amanah, profesional (mujahid), solutif (muslih), dan tangguh (qowiyun).
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas dan daya juang dalam menghadapi tantangan.
Sebagai bentuk apresiasi, ia bahkan mendorong pemberian beasiswa lanjutan bagi lulusan inspiratif sebagai upaya mendukung keberlanjutan prestasi.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan pentingnya semangat inklusivitas dan pengabdian lintas batas dalam gerakan Muhammadiyah.
Ia mencontohkan fenomena mahasiswa non-Muslim yang tetap bangga menempuh pendidikan di kampus Muhammadiyah sebagai bukti keterbukaan dan nilai kemanusiaan universal.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memiliki Al-Iradah Al-Kubra atau kemauan besar dalam meraih cita-cita dan mengabdi bagi umat manusia.
“Teruslah memiliki tekad besar untuk membangun masa depan dan berkhidmat bagi kemanusiaan,” pesannya.
Melalui Wisuda ke-54 ini, Umsura menegaskan perannya sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan semesta.
Be the first to comment