Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menunjukkan akselerasi pengembangan institusi melalui pembukaan program studi baru dan capaian prestasi nasional yang membanggakan. Komitmen tersebut disampaikan langsung Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, dalam konferensi pers di Ruang Rektor Gedung Rektorat Kampus Unimus, Semarang, Senin (12/1).
Pada kesempatan itu, Masrukhi mengungkapkan bahwa Unimus telah merealisasikan pembukaan lima program studi baru dari total 11 prodi yang direncanakan pada periode 2025–2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah program studi Unimus kini meningkat dari 39 menjadi 44 prodi.
Lima Program Studi Baru Unimus
Lima program studi yang telah resmi dibuka meliputi Sarjana Desain Komunikasi Visual (DKV), Sarjana Artificial Intelligence (AI), Sarjana Hukum Bisnis, Magister Informatika, serta Program Studi Profesi Gizi (Dietisien). Menurut Rektor, kelima prodi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat relevansi lulusan di dunia kerja.
“Pembukaan program studi baru ini bukan semata-mata menambah jumlah prodi, tetapi merupakan bagian dari strategi Unimus dalam menjawab tantangan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan,” ujar Masrukhi.

Ia menjelaskan, setiap prodi telah melalui kajian komprehensif, baik dari sisi kebutuhan masyarakat, peluang kerja lulusan, hingga dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional. Program Studi Hukum Bisnis, misalnya, dihadirkan untuk merespons kompleksitas persoalan hukum dalam dunia usaha modern, sementara DKV menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan industri kreatif dan konten digital.
Sementara itu, Program Studi Profesi Gizi dipandang strategis karena membuka jalur lulusan gizi untuk masuk ke ranah tenaga kesehatan sesuai regulasi yang berlaku. Adapun Artificial Intelligence menjadi bidang baru yang sangat diminati generasi muda karena aplikasinya lintas disiplin dan prospeknya yang luas di masa depan. Program Studi Magister Informatika juga disebut memiliki peminat tinggi, terutama dari lulusan sarjana informatika yang ingin meningkatkan daya saing profesional.
Selain lima prodi yang telah berjalan, Unimus juga tengah mempersiapkan enam prodi baru lainnya yang masih dalam tahap perancangan dan perizinan. Salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang telah menjalani visitasi pada 8 Januari 2026. Prodi lain yang sedang disiapkan meliputi S3 Ilmu Laboratorium Klinis, Fisioterapi, Profesi Kesehatan Masyarakat, Magister Manajemen, serta S1 Cyber Security.
Kesiapan Penerimaan Mahasiswa Baru
Masrukhi menegaskan bahwa seluruh prodi baru telah disiapkan secara matang, baik dari sisi tenaga pengajar maupun sarana prasarana, serta siap menerima mahasiswa baru melalui pendaftaran daring dan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SPMBPTMu). Pada tahun ajaran 2026, Unimus menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa baru sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi akademik, Unimus juga mencatat prestasi penting dalam pemeringkatan perguruan tinggi. Untuk pertama kalinya, Unimus berhasil masuk dalam UI GreenMetric World University Rankings dan langsung meraih posisi yang kompetitif di tingkat nasional.
“Capaian ini sangat membanggakan, mengingat Unimus baru pertama kali mengikuti pemeringkatan UI GreenMetric,” kata Masrukhi.
Dalam pemeringkatan tersebut, Unimus berhasil menempati peringkat 59 PTN dan PTS se-Indonesia, peringkat 2 PTS se-Jawa Tengah, peringkat 1 PTMA se-Jawa Tengah, serta peringkat 6 PTMA secara nasional.
Wakil Rektor I Unimus, Budi Santosa, menambahkan bahwa Unimus juga tengah bersiap menembus pemeringkatan internasional bergengsi.
“Unimus sudah eligible untuk masuk dalam QS World University Rankings. Ini menjadi indikator penting menuju perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unimus, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa internasionalisasi kampus terus berkembang. Saat ini, Unimus telah menerima sepuluh calon mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Gambia, Sudan, Ghana, Pakistan, Kamboja, kawasan Arab, dan Maroko.
“Ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat atmosfer internasional di lingkungan Unimus,” ungkapnya.
Melalui penguatan akademik, ekspansi program studi, prestasi pemeringkatan, dan internasionalisasi, Unimus menegaskan posisinya sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang adaptif, unggul, dan berorientasi global, sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan peradaban.
Be the first to comment