Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) pada Tahun Akademik 2025/2026 menyalurkan Program Beasiswa Unmuha kepada 178 mahasiswa baru terpilih dengan total nilai mencapai Rp4,67 miliar.
Program beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen Unmuha dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus meringankan beban finansial keluarga mahasiswa. Bantuan yang diberikan berupa pembebasan biaya pendidikan secara penuh, mencakup Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP).
Pendanaan beasiswa tersebut diberikan secara berkelanjutan sesuai masa studi normal, yakni empat tahun untuk jenjang Sarjana (S1) dan tiga tahun untuk jenjang Diploma (D3). Dengan skema ini, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan dapat fokus pada proses pembelajaran tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Aslam Nur, menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari visi besar Unmuha dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan berkeadilan.
“Unmuha berkomitmen penuh untuk meruntuhkan hambatan yang menghalangi putra-putri bangsa dalam meraih cita-citanya. Kami ingin memastikan perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk tumbuh dan berkontribusi di kampus tercinta ini,” ujarnya.
Menurutnya, program beasiswa bukan semata bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh yang berkarakter, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial.
“Kami berharap program ini menjadi pemantik perubahan besar bagi kemajuan pendidikan di Aceh. Target kami adalah melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi daerah dan masyarakat,” tambahnya.
Program Beasiswa Unmuha 2025/2026 diprioritaskan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik kuat, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Unmuha sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Aceh yang konsisten menjalankan misi sosial pendidikan.
Be the first to comment