UMS Tegaskan sebagai Kampus Inklusif, Keluarga Non-Muslim Dapat Tawaran Beasiswa Pascasarjana

UMS Kampus Inklusif, Keluarga Non-Muslim Dapat Tawaran Beasiswa Pascasarjana
Pernyataan wali wisudawan non-Muslim asal Temanggung, orang tua dari Yohannes Adi Wijaya, lulusan Prodi Kedokteran.

WARTAPTM.ID, SURAKARTA – Komitmen inklusivitas kembali ditegaskan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat–Sabtu (3–4/4).

Momentum wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang keberagaman. Salah satu wali wisudawan non-Muslim bahkan mendapatkan tawaran beasiswa penuh untuk melanjutkan studi pascasarjana dari pihak kampus.

Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya terbuka bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang agama maupun sosial.

“UMS untuk semua. Ini adalah komitmen kami sebagai kampus inklusif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan atas capaian akademik yang telah diraih, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UMS.

Nilai inklusivitas tersebut dirasakan langsung oleh Agustinus Suparto, orang tua dari Yohannes Adi Wijaya lulusan Kedokteran UMS. Ia mengaku tidak menemukan kendala selama anaknya menempuh pendidikan di lingkungan kampus Muhammadiyah.

“Tidak masalah. Anak saya menimba ilmu di UMS dengan baik,” ungkapnya.

Dalam momen wisuda itu, ia juga menerima tawaran beasiswa bagi anaknya untuk melanjutkan studi ke jenjang magister hingga doktoral. Menurutnya, reputasi UMS yang semakin mendunia menjadi salah satu alasan utama memilih kampus tersebut.

Prestasi Akademik dan Atmosfer Kekeluargaan

UMS Kampus Inklusif, Keluarga Non-Muslim Dapat Tawaran Beasiswa Pascasarjana

Selain menonjolkan nilai inklusivitas, UMS juga mencatat capaian akademik yang membanggakan. Wakil Rektor I, Ihwan Susila, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap UMS terus meningkat.

Tercatat lebih dari 11 ribu pendaftar dengan tingkat keketatan mencapai 1:5, menandakan seleksi masuk yang semakin kompetitif.

Pada periode ini, UMS meluluskan 2.519 wisudawan, yang terdiri dari program sarjana, magister, dan doktor. Dari jumlah tersebut, lebih dari seribu lulusan berhasil meraih predikat cumlaude, serta ribuan lainnya telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

Suasana kekeluargaan juga terasa dalam prosesi wisuda. Salah satu keluarga alumni lama UMS bahkan mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari rektor, sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan kontribusi terhadap almamater.

Dengan capaian akademik, keberagaman mahasiswa, serta dukungan fasilitas pendidikan, UMS terus meneguhkan posisinya sebagai kampus inklusif yang memberikan kesempatan setara bagi semua kalangan.

Hingga saat ini, UMS telah meluluskan lebih dari 180 ribu alumni yang tersebar di berbagai bidang dan wilayah, baik nasional maupun internasional. Hal ini menjadi bukti kontribusi nyata UMS dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*