WARTAPTM.ID, MADIUN — Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Praktikum I mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) yang dilaksanakan di Kelurahan Kelun, Kota Madiun.
Kegiatan yang dimulai sejak 20 April hingga 13 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang intervensi sosial.
Dosen pendamping praktikum, Qoni’ah, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat aktif dalam pendampingan psikososial sebagai bentuk praktik keilmuan.
“Praktikum ini berlangsung selama dua bulan, mulai 20 April hingga pertengahan Juni. Mahasiswa mempraktikkan intervensi sosial melalui pendampingan psikososial di lokasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa difokuskan pada kelompok lanjut usia (lansia) sebagai klien utama. Pendampingan ini bertujuan untuk memahami sekaligus merespons kebutuhan psikososial kelompok rentan di masyarakat.
“Klien yang diintervensi kami ambil dari kelompok lansia. Ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk memahami kebutuhan mereka secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga mulai mengidentifikasi berbagai program sosial yang telah berjalan di tingkat kelurahan sebagai bagian dari proses observasi dan analisis awal.
Menurut Qoni’ah, praktikum menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan membaca realitas sosial secara komprehensif. Tidak hanya memahami teori, mahasiswa dituntut mampu membangun relasi dengan masyarakat dan merancang intervensi yang tepat.
“Mahasiswa harus mampu membaca realitas sosial secara utuh, membangun relasi yang baik, serta menghadirkan intervensi yang relevan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan dalam praktik lapangan harus mengedepankan empati dan partisipasi masyarakat.
“Pendekatan yang dilakukan harus empatik dan partisipatif dalam setiap kegiatan di lapangan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UMMAD berupaya menyiapkan mahasiswa sebagai calon pekerja sosial yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga keterampilan praktis dalam menangani persoalan sosial di masyarakat.
Praktikum ini sekaligus menjadi jembatan antara teori di ruang kelas dengan realitas di lapangan, sehingga mahasiswa memiliki kesiapan lebih dalam menghadapi tantangan profesi di masa depan.
Be the first to comment