WARTAPTM.ID, ACEH — Inovasi kreatif ditunjukkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) dengan mengolah limbah styrofoam menjadi produk fungsional berupa bean bag sofa yang empuk dan nyaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum yang dilaksanakan di Laboratorium FKM Unmuha pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan pendampingan langsung dari dosen.
Dosen pendamping, Tahara Dilla Santi, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya produksi limbah styrofoam di dunia yang berdampak serius terhadap lingkungan.
“Setiap tahun, dunia memproduksi lebih dari 8 juta metrik ton styrofoam. Sayangnya, material ini termasuk dalam lima besar limbah paling berbahaya karena sangat sulit terurai,” ujarnya.
Ia menambahkan, styrofoam membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami, bahkan bisa mencapai ratusan hingga jutaan tahun.
“Material ini bisa bertahan antara 500 hingga 1 juta tahun di lingkungan. Dalam prosesnya, styrofoam hanya akan terpecah menjadi mikroplastik yang justru semakin membahayakan ekosistem,” jelasnya.
Selain berdampak pada lingkungan, styrofoam juga memiliki risiko serius bagi kesehatan manusia. Kandungan bahan kimia seperti stirena dan benzena di dalamnya bersifat karsinogenik dan dapat larut ke dalam makanan, terutama saat terkena panas atau minyak.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa FKM Unmuha yang terdiri dari Elfia Elita, Nasyata Safira, Nia Rahmadani, M. Hazik, dan Saiful Azahar berinisiatif menghadirkan solusi inovatif dengan memanfaatkan limbah styrofoam menjadi produk bernilai guna.
Mereka mengolah styrofoam bekas menjadi isian bean bag sofa yang ringan, empuk, dan mampu menyesuaikan bentuk tubuh pengguna.
“Pemanfaatan limbah styrofoam menjadi bean bag sofa adalah langkah kreatif dalam mengurangi sampah. Butiran styrofoam sangat cocok digunakan sebagai isian karena ringan dan memberikan kenyamanan saat digunakan,” ungkap salah satu anggota tim.
Dalam proses pembuatannya, styrofoam bekas dihancurkan menjadi butiran kecil, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kain bagian dalam (inner bag) yang dijahit kuat. Selanjutnya, kantong tersebut dilapisi sarung luar berbahan kain tebal yang dilengkapi ritsleting agar mudah dilepas dan dibersihkan.
Selain menghasilkan produk inovatif, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan limbah serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahara berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan.
“Inovasi sederhana seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi limbah, sekaligus mendorong lahirnya produk-produk ramah lingkungan dari kalangan mahasiswa,” tutupnya.
Be the first to comment