WARTAPTM.ID, SINJAI — Fakultas Ekonomi dan Hukum Islam (FEHI) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai sukses menggelar Seminar Internasional secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari empat negara di Auditorium H.M. Amir Said UIAD Sinjai, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Auditorium H.M. Amir Said ini mengangkat tema integrasi hukum syariah dan ekonomi Islam dalam penanganan krisis kemanusiaan, khususnya di kawasan konflik Timur Tengah.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UIAD Sinjai, Jamaluddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ilmiah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global sekaligus menghadirkan ruang diskusi strategis terkait isu kemanusiaan internasional.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai Islam, seperti zakat, wakaf, dan perbankan syariah, memiliki potensi besar dalam memberikan solusi berkelanjutan terhadap krisis kemanusiaan.
“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademik lintas negara untuk merumuskan solusi kemanusiaan berbasis ekonomi dan hukum Islam,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara, baik secara langsung maupun daring. Di antaranya akademisi dari Palestina, Iran, Malaysia, serta Indonesia. Kehadiran para pakar tersebut memperkaya perspektif global dalam melihat peran instrumen ekonomi Islam dalam merespons konflik dan krisis kemanusiaan.
Dekan FEHI UIAD Sinjai, Abd Muhaemin Nabir, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperluas wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kepedulian kemanusiaan dalam perspektif Islam.
Menurutnya, integrasi antara ilmu ekonomi Islam dan hukum syariah menjadi pendekatan strategis dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
“Kami berharap forum ini mampu mendorong lahirnya gagasan dan kontribusi nyata dalam penanganan krisis kemanusiaan melalui instrumen ekonomi Islam,” ungkapnya.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi dan mahasiswa ini juga menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teoritis, tetapi juga berdampak pada persoalan nyata di tingkat global.
Melalui forum akademik internasional seperti ini, perguruan tinggi diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam membangun peradaban yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Be the first to comment