WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Belmawa 2026, Unismuh berhasil meloloskan tujuh tim untuk memperoleh pendanaan, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi pijakan awal bagi Unismuh untuk menargetkan seluruh tim dapat melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2026. Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan pembekalan yang digelar di Ruang Rapat Wakil Rektor Lantai 16 Unismuh Makassar, Rabu (3/6).
Kepala Divisi Pengembangan Kreativitas dan Prestasi LPKA Unismuh Makassar, Dian Pramana Putra, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah tim yang lolos pendanaan mencerminkan kualitas proposal mahasiswa yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Dari total puluhan ribu proposal yang diajukan secara nasional, hanya sebagian kecil yang berhasil memperoleh pendanaan. Dalam konteks tersebut, keberhasilan tujuh tim Unismuh dinilai sebagai capaian yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi modal strategis untuk menembus tahap berikutnya.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas karya mahasiswa Unismuh semakin baik dan mampu bersaing secara nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh tim dapat melangkah hingga Pimnas,” ujarnya.
Secara internal, Fakultas Teknik menjadi penyumbang terbanyak dengan empat tim yang lolos pendanaan. Sementara itu, tiga tim lainnya berasal dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kerja tim dalam menghadapi tahapan lanjutan, khususnya Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP) 2.
“Capaian ini patut disyukuri, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Kunci keberhasilan ada pada kerja sama, kedisiplinan, dan komunikasi yang intensif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LPKA Unismuh Makassar, Nenny, menegaskan bahwa pendanaan PKM bukanlah tujuan akhir. Ia mendorong seluruh tim untuk fokus pada kualitas luaran program, pelaporan, serta kesiapan presentasi sebagai faktor penentu menuju Pimnas.
“Kami berharap seluruh tim tidak berhenti pada tahap ini. Target kita jelas, yakni membawa tujuh tim ini melaju hingga Pimnas,” katanya.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan arahan dari reviewer nasional PKM, Nasrul Haq. Ia menekankan pentingnya membangun narasi dampak program agar karya yang dihasilkan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan yang kuat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan dalam ajang PKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide, tetapi juga oleh kemampuan tim dalam menyampaikan gagasan secara sistematis, meyakinkan, dan berbasis pada dampak nyata.
Melalui penguatan pendampingan dan strategi yang terarah, Unismuh Makassar optimistis dapat meningkatkan capaian di ajang Pimnas 2026, sekaligus memperkuat budaya akademik dan inovasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Be the first to comment