Prodi Farmasi UM Bandung Tingkatkan Literasi Pengelolaan Obat melalui Edukasi DAGUSIBU bagi Lansia

Prodi Farmasi UM Bandung Tingkatkan Literasi Pengelolaan Obat melalui Edukasi DAGUSIBU bagi Lansia
Prodi Farmasi UM Bandung Tingkatkan Literasi Pengelolaan Obat melalui Edukasi DAGUSIBU bagi Lansia. (FOTO. UM Bandung).

WARTAPTM.ID, BANDUNG – Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat peran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi kesehatan. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Cerdas Kelola Obat: Edukasi DAGUSIBU” yang menyasar kalangan lanjut usia (lansia) di Kelurahan Kujangsari, Kota Bandung, Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan Klinik Pratama Selamat ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait pengelolaan obat yang aman dan rasional.

Ketua Program Studi Farmasi UM Bandung, Mutiara Imansari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi kesehatan perlu terus dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat dalam penggunaan obat.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai pengelolaan obat yang benar melalui konsep DAGUSIBU,” ujarnya.

Ia menambahkan, program serupa dilaksanakan secara berkala setiap enam bulan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah. Layanan ini menjadi sarana deteksi dini untuk membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya.

Ketua RT 01 Kelurahan Kujangsari, Efrina Kristina, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi dan tenaga kesehatan memberikan manfaat nyata, terutama bagi lansia yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatannya.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya lansia, untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Pemeriksaan kesehatan seperti ini mendorong kesadaran untuk rutin melakukan kontrol,” ungkapnya.

Selain layanan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) yang disampaikan oleh dosen Farmasi UM Bandung, Abdurahman Ridho.

Dalam pemaparannya, Ridho menekankan pentingnya memperoleh obat dari fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti apotek dan klinik berizin, guna memastikan keamanan dan kualitas obat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan dosis, aturan pakai, serta potensi efek samping obat. Kepatuhan terhadap penggunaan obat yang tepat, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan terapi, khususnya bagi penderita penyakit kronis.

Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai tata cara pembuangan obat yang rusak atau kedaluwarsa agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah merusak fisik obat sebelum dibuang.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nurul Fitri Rahmawati, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

“Edukasi DAGUSIBU diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar, sehingga penggunaan obat menjadi lebih aman, efektif, dan rasional,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply