WARTAPTM.ID, SEMARANG — Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis riset kembali ditunjukkan oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Tiga dosen lintas disiplin ilmu meluncurkan buku ajar ber-ISBN yang mengangkat pendekatan baru dalam pengelolaan hipertensi melalui integrasi edukasi digital, penguatan self-management, dan aspek psikologis pasien.
Buku berjudul Video Edukasi Self-Management dalam Pengendalian Stres Psikologis dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi ini ditulis oleh Prima Trisna Aji sebagai penulis utama, bersama dr. Muhammad Nur Hasbi dan Dr. Elinda Rizkasari. Penerbitannya didukung oleh hibah internal LPPM UNIMUS sebagai bagian dari pengembangan inovasi pendidikan dan kesehatan berbasis penelitian.
Peluncuran buku ini dinilai relevan dengan kondisi tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Selama ini, penanganan hipertensi cenderung berfokus pada aspek farmakologis, sementara faktor perilaku dan psikologis pasien belum mendapat perhatian optimal.
Penulis utama, Prima Trisna Aji, menjelaskan bahwa buku ini disusun sebagai respons atas kebutuhan model edukasi kesehatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Buku ajar ini kami susun karena adanya kebutuhan yang semakin besar terhadap inovasi penatalaksanaan self-management bagi penderita hipertensi. Pengendalian hipertensi tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan terulis, Sabtu (20/6).
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis video dipilih karena dinilai lebih interaktif dan mudah dipahami oleh pasien. “Kami mengembangkan edukasi berbasis video agar dapat digunakan secara mandiri dan lebih aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Buku ini memuat pembahasan komprehensif, mulai dari konsep dasar hipertensi, hubungan stres psikologis dengan tekanan darah, hingga strategi self-management dan implementasi media edukasi digital di layanan kesehatan maupun komunitas.
Sementara itu, dr. Muhammad Nur Hasbi menekankan pentingnya transformasi digital dalam edukasi pasien. Menurutnya, media visual seperti video memiliki efektivitas tinggi dalam menyampaikan informasi kesehatan.
“Inovasi edukasi saat ini sangat penting untuk pasien hipertensi. Informasi yang disampaikan melalui video lebih mudah dipahami, menarik, dan dapat diakses berulang kali sehingga pasien bisa langsung mempraktikkannya,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan pasien dalam proses perawatan, sehingga keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kesadaran pasien.
Selain aspek medis dan edukasi, buku ini juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis pasien yang selama ini kerap terabaikan. Dr. Elinda Rizkasari menegaskan bahwa pengendalian hipertensi harus dilakukan secara menyeluruh.
“Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan pasien dari sisi psikologis yang selama ini relatif jarang disentuh. Pengendalian hipertensi harus dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan perilaku kesehatan,” ungkapnya.
Keunggulan buku ini terletak pada integrasi antara pendekatan medis, psikologis, dan teknologi digital dalam satu model pembelajaran. Selain itu, kolaborasi multidisiplin antara keperawatan, kedokteran, dan pendidikan menjadikan buku ini lebih komprehensif dan aplikatif.
Buku ini juga dilengkapi dengan studi kasus, panduan implementasi, serta contoh penggunaan media video edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, hingga praktisi kesehatan masyarakat.
Sebagai bagian dari diseminasi hasil inovasi, buku ini dijadwalkan akan dibedah dalam kegiatan Grand Launching dan Bedah Buku Nasional pada 27 Juni 2026 yang diselenggarakan secara daring dan terbuka untuk publik.
Peluncuran buku ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi yang memberikan solusi nyata bagi persoalan kesehatan masyarakat.
“Melalui buku ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami dan menerapkan pengelolaan hipertensi secara mandiri, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat,” tutup Prima.
Be the first to comment