WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) 2026 yang akan mengabdi di 30 desa di Kabupaten Sidoarjo. Pelepasan dilaksanakan di Aula Mas Mansur Kampus 1 Umsida, Kamis (26/6/2026).
Program KKN-T tahun ini menjangkau enam kecamatan dengan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat. Masa pengabdian dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juni hingga 20 Agustus 2026.
Rektor Umsida, Hidayatullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program KKN Umsida menunjukkan capaian positif di tingkat nasional. Selama tiga tahun terakhir, pelaksanaan KKN Umsida meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025, termasuk dua predikat Gold Winner.
Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan program di masa mendatang.
“Keberhasilan kegiatan pengabdian sangat ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap selama berada di lokasi pengabdian, mengingat mereka membawa nama baik institusi dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dan mendengar kebutuhan masyarakat. Program kerja yang dijalankan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, turut memberikan motivasi kepada peserta KKN. Ia menekankan bahwa KKN merupakan ruang aktualisasi ilmu sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Jika kegiatan yang dilakukan memberikan dampak, masyarakat akan mengingat kontribusi tersebut. Sekecil apa pun manfaat yang diberikan akan memiliki nilai,” tuturnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjalankan KKN dengan niat pengabdian dan keikhlasan, sehingga program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Salah satu peserta KKN-T, Syahrani Wibisono, mengungkapkan rencana program yang akan dijalankan di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata.
“Kami melihat potensi wisata berbasis sungai yang perlu dikembangkan lebih optimal, termasuk penguatan sektor kuliner UMKM,” ujarnya.
Selain itu, timnya juga berencana menginisiasi pengelolaan sampah untuk mengurangi praktik pembakaran yang berdampak pada lingkungan.
Melalui KKN-T 2026, Umsida berharap mahasiswa dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi masyarakat, dan kesadaran lingkungan.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Be the first to comment