Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Perkuat Pengabdian Internasional melalui Program i-SULAM di Malaysia

Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Perkuat Pengabdian Internasional melalui Program i-SULAM di Malaysia
Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Perkuat Pengabdian Internasional melalui Program i-SULAM di Malaysia. (Foto. UM Sumatera Barat).

WARTAPTM.ID, MALAYSIA — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat memperluas kiprah internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam program International Service Learning (i-SULAM) yang digelar bersama Fakulti Perladangan dan Agroteknologi, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Malaysia, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional yang berfokus pada penguatan peran perguruan tinggi dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara.

Program dilaksanakan di Tabika KEMAS Seri dengan melibatkan peserta didik usia taman kanak-kanak, orang tua, serta pendamping. Delegasi dosen Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat yang dipimpin oleh dekan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif dan interaktif.

Dekan Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat menyampaikan bahwa program i-SULAM menjadi ruang kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat internasional.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen memperkenalkan sejumlah produk unggulan hasil riset dan inovasi dari Sumatera Barat, salah satunya komoditas gambir yang telah dikembangkan menjadi berbagai bentuk produk, seperti gambir utuh, katekin, dan tanin. Produk ini merupakan hasil penelitian yang diketuai oleh Wedy Nasrul.

Ketua tim peneliti, Wedy Nasrul, menjelaskan bahwa gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.

“Gambir tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas lokal, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku industri dan produk kesehatan yang memiliki daya saing di pasar global,” jelasnya.

Selain itu, delegasi juga mengenalkan inovasi olahan limbah pertanian berupa kulit buah naga yang diolah menjadi produk keripik bernilai ekonomi. Produk yang dikembangkan oleh tim yang diketuai Rizqha Sepriyanti Burano tersebut diolah melalui proses pengeringan, pelapisan tepung, hingga penggorengan, dan disajikan dalam berbagai varian rasa.

Rizqha Sepriyanti Burano menambahkan bahwa inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme terlihat selama sesi interaksi, diskusi, serta pengenalan produk inovasi yang disampaikan oleh delegasi UM Sumatera Barat.

Perwakilan UiTM Melaka turut mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi yang berdampak.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta serta memperkuat hubungan kerja sama antara kedua institusi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi media promosi hasil penelitian dan pengembangan Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat kepada masyarakat internasional, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi akademik lintas negara. Sebagai bentuk apresiasi, pihak UiTM Melaka menyerahkan sertifikat penghargaan kepada delegasi UM Sumatera Barat atas partisipasi dalam program i-SULAM.

Be the first to comment

Leave a Reply