Munas PLSP PTMA di Umsida, Perkuat Ekosistem Sertifikasi Kompetensi Nasional

Munas PLSP PTMA di Umsida, Perkuat Ekosistem Sertifikasi Kompetensi Nasional

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) III Perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PLSP PTMA) yang berlangsung pada 22–25 Juli 2026 di Luminor Hotel Sidoarjo.

Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi dan Transformasi LSP PTMA Menuju Ekosistem Sertifikasi Kompetensi yang Unggul, Profesional, dan Berdaya Saing Global,” kegiatan ini diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai PTMA di Indonesia.

Ketua panitia, Ida Rindaningsih, menyampaikan bahwa peserta terdiri dari 15 LSP terlisensi serta 14 calon LSP dari PTMA yang sedang merintis pendirian lembaga sertifikasi profesi.

“Munas merupakan agenda rutin nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan LSP di masing-masing perguruan tinggi,” ujarnya.

Wakil Rektor I Umsida, Hana Catur Wahyuni, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi kini menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menurutnya, capaian akademik saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif.

“Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu senjata mahasiswa untuk memperkuat portofolionya ketika lulus dan berhadapan dengan dunia usaha maupun dunia industri,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kepemilikan sertifikat kompetensi terbukti membantu lulusan dalam mempercepat masa tunggu memperoleh pekerjaan pertama.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga mutu sertifikasi agar benar-benar memberikan nilai tambah dan kepercayaan dari dunia industri.

“Setiap sertifikat membawa tanggung jawab. Ketidaksesuaian antara sertifikat dan kompetensi dapat memengaruhi kepercayaan industri kepada perguruan tinggi,” tegasnya.

Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, menyampaikan bahwa jumlah PTMA di Indonesia cukup besar, namun belum seluruhnya memiliki LSP. Menurutnya, kolaborasi antarkampus serta dukungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan LSP di lingkungan PTMA.

“Lulusan kita harus mampu bersaing di tingkat global. Kompetensi menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian kualitas lulusan PTMA,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pengembangan LSP tidak hanya berfokus pada mahasiswa, tetapi diperluas kepada masyarakat melalui sinergi dengan Persyarikatan Muhammadiyah di daerah.

Dengan demikian, manfaat sertifikasi dapat dirasakan lebih luas sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia.

Ketua PLSP PTMA, Eko Aribowo, menambahkan bahwa organisasinya memiliki program pendampingan bagi PTMA dalam mendirikan dan mengembangkan LSP.

Kolaborasi sumber daya antarkampus menjadi strategi penting untuk memperluas layanan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan.

Sementara itu, Direktur LSP Umsida, Machful Indra Kurniawan, mengungkapkan bahwa jumlah peserta Munas III meningkat dibandingkan sebelumnya, menunjukkan tingginya kebutuhan akan forum kolaboratif tersebut.

“Saat ini LSP Umsida memiliki 26 skema sertifikasi, termasuk enam skema baru. Ke depan akan terus ditambah agar seluruh program studi dapat terfasilitasi,” jelasnya.

Melalui pengembangan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional oleh BNSP.

Rangkaian Munas III PLSP PTMA meliputi sesi bersama BNSP dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, forum diskusi kelompok (FGD), workshop pendirian LSP, penyusunan sistem mutu, pengembangan skema sertifikasi, hingga forum kerja sama dan penandatanganan MoU.

Kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno, rapat komisi, penyusunan program kerja periode 2026–2028, pemilihan pengurus baru, serta benchmarking dan study excursion yang berakhir pada Sabtu (25/7).

Be the first to comment

Leave a Reply