WARTAPTM.ID, LOMBOK TIMUR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-40 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 09 menuntaskan program unggulan berupa penyusunan Peta Potensi Desa Berbasis Spasial di Desa Pohgading Timur pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan data desa yang lebih terstruktur, akurat, dan informatif sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Peta potensi desa yang disusun memuat berbagai informasi strategis, mulai dari batas wilayah, fasilitas umum, hingga potensi sumber daya yang dimiliki Desa Pohgading Timur. Data tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah desa dalam merancang program pembangunan ke depan.
Proses penyusunan peta dilakukan melalui tahapan sistematis, meliputi pengumpulan data lapangan, identifikasi potensi wilayah, pengolahan data spasial, hingga perancangan desain akhir peta.
Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Setelah rampung, peta potensi desa tersebut selanjutnya diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Pohgading Timur. Penyerahan ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan berbasis data.
Koordinator KKN Kelompok 09 menegaskan bahwa program ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi desa.
“Peta potensi desa ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang membantu pemerintah desa dalam perencanaan program pembangunan, pengelolaan potensi wilayah, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif,” ujarnya.
Selain penyusunan peta potensi desa, mahasiswa KKN Ke-40 UMMAT Kelompok 09 juga menjalankan sejumlah program unggulan lainnya, seperti inovasi energi alternatif melalui komposit briket, pemberdayaan ekonomi berbasis produksi minyak VCO dari kelapa tua, serta pendataan kependudukan berbasis digital.
Berbagai program tersebut menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat desa.
Semangat pengabdian tersebut dirangkum dalam tema:
“Merawat Nilai Kearifan Lokal, Menguatkan Inovasi Pemberdayaan Menuju Masyarakat Berkemajuan.”
Be the first to comment