UNIMMA Perkuat Ideologi dan Kepemimpinan Aktivis, Siapkan Kader Penggerak Dakwah

UNIMMA Perkuat Ideologi dan Kepemimpinan Aktivis, Siapkan Kader Penggerak Dakwah

WARTAPTM.ID, MAGELANG  – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun kader persyarikatan yang berintegritas melalui penyelenggaraan Baitul Arqom Aktivis yang dipadukan dengan Latihan Instruktur.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) tersebut berlangsung selama dua hari, 27–28 Juli 2026, di kawasan Selo, Boyolali. Sebanyak 41 mahasiswa dari organisasi otonom Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS), terlibat sebagai peserta.

Menggabungkan dua program kaderisasi sekaligus, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penguatan ideologi, tetapi juga wahana pembentukan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan instruksional bagi para aktivis mahasiswa.

Ketua Panitia, Muhammad Zuhron Arofi, menegaskan bahwa Baitul Arqom Aktivis dirancang sebagai bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan di lingkungan kampus.

“Harapannya, peserta menjadi kader Muhammadiyah yang handal, memiliki komitmen kuat, dan kompeten. Mereka juga dipersiapkan sebagai the next instructor yang akan melanjutkan estafet kaderisasi,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang memperkuat fondasi keislaman dan kemuhammadiyahan, di antaranya Manhaj Tarjih Muhammadiyah, metode memahami Islam, teknik pembelajaran, hingga diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang dakwah di era digital.

Rangkaian materi tersebut tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga melatih kemampuan peserta dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam berkemajuan ke dalam praktik dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Untuk memastikan capaian pembelajaran, kegiatan ini juga dilengkapi dengan evaluasi melalui post-test, sebagai bentuk refleksi atas pemahaman peserta selama mengikuti proses kaderisasi.

Salah satu peserta, Muhammad Yoga Adittya, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai wadah upgrading bagi mahasiswa. Selain pengembangan individu, kami juga dipersiapkan untuk berkiprah kembali di kampus sebagai instruktur dalam Baitul Arqam Mahasiswa,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kaderisasi di UNIMMA tidak berhenti pada penguatan individu, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata dalam proses pembinaan generasi berikutnya.

Melalui Baitul Arqom Aktivis, UNIMMA memandang kaderisasi bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses strategis dalam menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang siap menjadi penggerak dakwah dan agen perubahan.

Dengan penguatan ideologi yang kokoh, kepemimpinan yang adaptif, serta kemampuan instruksional yang memadai, para aktivis diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Di tengah dinamika era digital, kader Muhammadiyah dituntut tidak hanya memahami ajaran, tetapi juga mampu mengkomunikasikannya secara bijak dan relevan. Dari ruang-ruang kaderisasi inilah, UNIMMA terus menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Be the first to comment

Leave a Reply