WARTAPTM.ID, MAGELANG – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang berdaya saing dan berkepekaan sosial melalui partisipasi dalam Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKN MAs) Tahun 2026.
Sebanyak 14 mahasiswa UNIMMA resmi diberangkatkan untuk mengikuti program pengabdian kolaboratif bersama mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pelepasan dilaksanakan di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA sebagai penanda awal perjalanan pengabdian di tengah masyarakat.
KKN MAs menjadi ruang perjumpaan lintas kampus yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa, tetapi juga menyatukan semangat kolaborasi dalam membangun desa berbasis potensi lokal. Tahun ini, program mengusung tema “Penguatan Masyarakat Desa yang Berkelanjutan melalui Pemberdayaan SDM dan Potensi Lokal” dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah.
Mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama satu bulan hingga 31 Agustus 2026 di wilayah Malang bersama peserta dari berbagai PTMA.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Yun Arifatul Fatimah, menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN MAs merupakan representasi terbaik institusi yang membawa tanggung jawab besar, tidak hanya secara akademik tetapi juga moral.
“Kalian adalah mahasiswa pilihan. Jadilah pribadi yang mudah beradaptasi, berani mengambil peran, dan jangan ragu menjadi yang pertama ketika ada kesempatan berkontribusi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan membangun jejaring selama pelaksanaan KKN sebagai bagian dari proses pembelajaran yang utuh.
“Tunjukkan bahwa mahasiswa UNIMMA dikenal ramah, cerdas, dan trengginas. Bangun jejaring, jaga diri dengan baik, dan yang tidak kalah penting, jagalah nama baik institusi,” pesannya.
Selain itu, mahasiswa diingatkan untuk tetap menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing apabila menghadapi kendala selama menjalankan pengabdian, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.
Partisipasi dalam KKN MAs tidak hanya menjadi pengalaman akademik, tetapi juga perjalanan personal dalam memahami realitas sosial masyarakat.
Salah satu peserta, Haya Aulia Sidik, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti program yang telah lama ia rencanakan.
“Rasanya senang sekali karena mengikuti KKN MAs ini memang sudah menjadi rencana dari tahun sebelumnya. Saya berharap KKN ini menjadi pengalaman yang berkesan dan bisa memberi dampak di desa,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa program kerja yang akan dijalankan berfokus pada digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT), khususnya di wilayah yang memiliki potensi hortikultura dan pariwisata.
“Kami akan mendampingi desa dengan potensi hortikultura dan wisata, serta melakukan pengabdian di sektor pendidikan. Semoga program yang kami lakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
KKN MAs menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi PTMA dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, memperluas jejaring, serta membangun kepekaan sosial yang lebih mendalam.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, UNIMMA berharap mahasiswa mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas.
KKN MAs 2026 pun menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk memberi manfaat bagi umat dan bangsa.
Be the first to comment