Kunjungan Akademisi UMAM Buka Peluang Kolaborasi Internasional TMU

Kunjungan Akademisi UMAM Buka Peluang Kolaborasi Internasional TMU

WARTAPTM.ID, TEGALTegal Muhammadiyah University (TMU) terus membuka ruang penguatan jejaring akademik internasional. Langkah tersebut salah satunya ditandai dengan kunjungan akademisi University Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Ika Safitri Windiarti ke Kampus 1 TMU Kalibakung, Kabupaten Tegal, Kamis (6/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan antara akademisi UMAM dan TMU sekaligus membuka peluang pengembangan kolaborasi akademik lintas negara.

Kepala Biro Humas dan Admisi TMU, Riza A. Novanto, mengatakan jejaring internasional merupakan bagian dari upaya TMU memperluas konektivitas akademik sekaligus memperkuat pengembangan institusi.

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak semestinya dipahami sebatas penambahan jumlah mitra dari luar negeri. Lebih dari itu, jejaring tersebut perlu menghasilkan aktivitas akademik yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika.

“Internasionalisasi juga menjadi bagian dari bagaimana TMU membangun branding sebagai perguruan tinggi yang terbuka, adaptif, dan memiliki jejaring global,” ujar Riza.

Ia menegaskan, penguatan citra perguruan tinggi harus dibangun melalui kualitas dan aktivitas nyata. Kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, serta keterhubungan dengan perguruan tinggi di luar negeri menjadi bagian dari proses tersebut.

“Branding kampus harus lahir dari kualitas dan aktivitas nyata. Ketika ada kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, dan jejaring internasional yang terus berkembang, maka masyarakat akan melihat bahwa TMU benar-benar sedang bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang memiliki perspektif global,” katanya.

Riza menjelaskan, pengembangan jejaring internasional diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi sivitas akademika TMU. Peluang tersebut antara lain berupa seminar dan konferensi internasional, penelitian bersama, pengembangan kapasitas dosen, pertukaran pengetahuan, hingga mobilitas mahasiswa.

“Internasionalisasi bukan sekadar label. Harus ada aktivitas akademik yang memberikan pengalaman dan manfaat nyata bagi sivitas akademika,” tegasnya.

Karena itu, kunjungan akademisi UMAM diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi antara kedua institusi. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan tinggi dan kemungkinan agenda akademik yang dapat ditindaklanjuti.

Bagi TMU, penguatan jejaring internasional juga tidak dapat dipisahkan dari komunikasi publik. Setiap perkembangan institusi perlu dikomunikasikan secara proporsional agar masyarakat mengetahui berbagai proses dan capaian yang tengah dikembangkan kampus.

“Kami ingin setiap langkah TMU menuju internasionalisasi dapat diketahui dan dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, komunikasi dan publikasi menjadi bagian penting untuk memperkuat reputasi TMU sekaligus memperkenalkan potensi kampus kepada calon mahasiswa dan mitra di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Riza.

Sementara itu, Wakil Rektor I TMU, Teguh Rimbawan, menekankan bahwa orientasi internasional perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas internal perguruan tinggi.

Menurutnya, hubungan dengan institusi luar negeri tidak cukup hanya menjadi simbol internasionalisasi. Penguatan tersebut harus ditopang kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, pengembangan mahasiswa, serta budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan global.

Dengan demikian, jejaring internasional dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pengalaman akademik sivitas TMU. TMU berupaya membangun identitas sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tetap memiliki akar kuat di Tegal, tetapi terbuka terhadap perkembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional dan internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply