WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA – Program hibah RisetMu Batch X resmi diluncurkan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (22/8/2026). Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin, menegaskan bahwa RisetMu tidak sekadar menjadi wadah pendanaan penelitian, tetapi juga menjadi bentuk nyata semangat ta’awun dan kolaborasi antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
Mahfud menyampaikan hal tersebut dalam agenda Launching Hibah RisetMu Batch X dan Webinar Penyusunan Proposal Penelitian Fundamental Reguler yang digelar secara daring. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 750 akun dosen dan pengelola lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) PTMA.
Menurut Mahfud, RisetMu dibangun dengan semangat “dari kita, untuk kita”. Melalui koordinasi Majelis Diktilitbang, kontribusi dari berbagai PTMA dihimpun dan dikelola menjadi skema hibah yang manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh ekosistem perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Ini adalah bentuk nyata dari kemitraan strategis atau SDGs ke-17 yang kita laksanakan secara berjamaah. Ini adalah ciri khas Muhammadiyah sebagai sistem gerakan bersama-sama,” ujar Mahfud.
Ia menjelaskan, semangat tersebut juga tercermin dari peran PTMA yang telah berkembang untuk ikut mendorong kemajuan perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, RisetMu dapat menjadi sarana berbagi sumber daya dan kesempatan sehingga penguatan kapasitas riset tidak hanya terkonsentrasi pada PTMA yang telah mapan.
Memasuki Batch X, RisetMu kembali diperkuat melalui kemitraan dengan Lazismu PP Muhammadiyah. Mahfud menyampaikan apresiasi atas dukungan Lazismu yang turut mendorong peningkatan kualitas skema pendanaan RisetMu dari tahun ke tahun.
Salah satu pengembangan baru pada Batch X ialah skema Muneri. Skema ini merupakan pendanaan hasil padanan dana bersama Lazismu yang ditujukan bagi dosen PTMA di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Kehadiran skema tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi dosen di wilayah 3T untuk menghasilkan penelitian berkualitas sekaligus memperkuat kapasitas riset PTMA di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Mahfud, penguatan ekosistem riset tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan jumlah penelitian. Lebih dari itu, penelitian yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan dosen dan peneliti agar tidak menjadikan riset semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban administratif, seperti laporan, Beban Kerja Dosen (BKD), maupun target publikasi pada jurnal terindeks.
“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah. Kami berharap, di samping mengejar target publikasi sesuai skema masing-masing, riset yang bapak-ibu lakukan juga memberikan dampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat luas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menyoroti pentingnya kualitas publikasi sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan PTMA.
Majelis Diktilitbang telah menyediakan jurnalmu.org, sebuah basis data yang mengintegrasikan lebih dari 680 jurnal ilmiah yang diterbitkan PTMA di seluruh Indonesia. Platform tersebut diharapkan dapat membantu dosen menemukan wadah publikasi yang sesuai dengan bidang keilmuannya.
Sejumlah jurnal yang dikelola PTMA, kata Mahfud, bahkan telah berhasil masuk dalam indeksasi bereputasi seperti Scopus. Namun, ia mengingatkan dosen agar tetap berhati-hati dalam memilih jurnal internasional untuk memublikasikan hasil penelitian.
Menurutnya, peneliti perlu mencermati kredibilitas jurnal dan tidak semata-mata menjadikan indeksasi sebagai tujuan. Ia mengingatkan adanya jurnal predator maupun jurnal yang berpotensi mengalami discontinued setelah penulis mengeluarkan biaya publikasi.
“Kita harus memegang prinsip unggul seunggul-unggulnya. Bukan hanya unggul di atas kertas, melainkan unggul yang berkualitas tinggi, kredibel, dan berkelanjutan,” pesannya.
Mahfud berharap RisetMu Batch X tidak hanya melahirkan lebih banyak proposal dan publikasi ilmiah, tetapi juga memperkuat budaya kolaborasi riset di lingkungan PTMA. Melalui semangat ta’awun, riset diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan menjawab persoalan masyarakat.
Launching RisetMu Batch X kemudian secara resmi dibuka secara simbolis oleh Mahfud Sholihin selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
“Dengan memohon rida Allah SWT, dengan lafal bismillahirrahmanirrahim, program hibah RisetMu Batch ke-10 secara resmi kami luncurkan,” pungkasnya.
Be the first to comment