WARTAPTM.ID, SORONG – Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong mendorong transformasi pertanian masyarakat Papua melalui penerapan Smart Greenhouse Nursery pada Kelompok Tani Papua Farm di Kelurahan Aimas, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pembibitan, meningkatkan kompetensi petani, serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan tata kelola hijau.
Tim PkM UNIMUDA Sorong terdiri atas Yoga Andriyan, Aldila Mawanti Athirah, dan Dian Nitari Ribanor Sabarudin. Program tersebut dilaksanakan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Papua Farm.
Inovasi Smart Greenhouse Nursery dikembangkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi Papua Farm. Kelompok tani yang beranggotakan 24 orang tersebut telah mengembangkan budidaya selada hidroponik sejak 2019 dengan lima unit greenhouse dan lahan produksi sekitar 575 meter persegi.
Produksi Papua Farm saat ini mencapai sekitar 750 kilogram sayuran hidroponik per bulan. Sementara itu, permintaan pasar mencapai sekitar 1 ton per bulan. Produk tersebut dipasarkan antara lain kepada hotel, restoran, rumah makan, supermarket, dan pasar lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang pasar yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Salah satu persoalan yang ditemukan tim pengabdian berada pada tahap pembibitan.
Sebelum program berjalan, kapasitas penyemaian Papua Farm hanya sekitar 2.000 benih. Selain keterbatasan kapasitas, pengelolaan ruang pembibitan juga belum optimal dari sisi ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembapan, serta administrasi pembibitan.
Melalui Smart Greenhouse Nursery, UNIMUDA Sorong kemudian memperkuat sistem pembibitan dengan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Sistem tersebut memanfaatkan sensor suhu dan kelembapan, lampu LED grow light, timer pencahayaan, serta saklar otomatis untuk membantu pengaturan irigasi.
Hasilnya, kapasitas penyemaian meningkat dari sekitar 2.000 menjadi 8.000 benih. Artinya, kapasitas pembibitan Papua Farm meningkat hingga empat kali lipat.
Peningkatan kapasitas tersebut diikuti dengan penguatan kemampuan sumber daya manusia. Tim UNIMUDA Sorong memberikan sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, praktik lapangan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi.
Pendekatan pelatihan dilakukan dengan komposisi sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik. Petani tidak hanya diperkenalkan dengan perangkat teknologi, tetapi juga dilatih mengoperasikan sistem, menerapkan SOP, melakukan pencatatan pembibitan, serta memantau kondisi lingkungan greenhouse.
“Teknologi yang diterapkan harus dapat dipahami, digunakan, dirawat, dan dikembangkan oleh petani sendiri. Karena itu, kami menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan dan kemampuan mitra,” ujar tim PkM UNIMUDA Sorong.
Program tersebut juga memperkuat tata kelola hijau melalui pengelolaan air, energi, media tanam, limbah, ventilasi, suhu, kelembapan, dan pengendalian hama. Papua Farm juga diarahkan memiliki SOP greenhouse nursery serta sistem pencatatan jumlah bibit dan jadwal perawatan.
Dari sisi peningkatan kapasitas, evaluasi menunjukkan pemahaman peserta terhadap SOP Smart Greenhouse Nursery meningkat dari 20 persen menjadi 80 persen. Hasil tersebut menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,75 yang masuk kategori peningkatan tinggi.
Bagi UNIMUDA Sorong, capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkannya secara mandiri.
“Yang kami dorong bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana petani mampu menguasai teknologi tersebut dan menjadikannya bagian dari sistem produksi yang berkelanjutan,” jelas tim pengabdian.
Program ini juga memiliki potensi sosial yang kuat. Sekitar 80 persen anggota Papua Farm merupakan anak muda. Keterlibatan generasi muda tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pertanian Papua yang lebih adaptif terhadap teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan kelompok tani, UNIMUDA Sorong berharap model Smart Greenhouse Nursery dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu alternatif penguatan pertanian modern di Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya.
Be the first to comment