KKN UNIMUS Perkuat Desa Wisata Mangunsari, Hadirkan Peta dan Petunjuk Arah

KKN UNIMUS Perkuat Desa Wisata Mangunsari, Hadirkan Peta dan Petunjuk Arah

WARTAPTM.ID, GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menghadirkan peta desa wisata dan plang petunjuk arah untuk memperkuat fasilitas serta identitas Desa Wisata Daplang Raya Sari, Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Program bertajuk “Optimalisasi Fasilitas & Identitas Desa Wisata Daplang Raya Sari” tersebut digagas KKN-POM Kelompok 15 UNIMUS dan diresmikan bersama Pemerintah Desa Mangunsari. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan oleh Kepala Desa Mangunsari Musono dan Ketua KKN-POM Kelompok 15 Muhammad Daffa Dwi Febrilyan.

Peta desa wisata memuat informasi mengenai sejumlah titik dan fasilitas di kawasan wisata. Sementara itu, plang petunjuk arah disiapkan untuk membantu pengunjung menemukan lokasi sekaligus memperkuat identitas Desa Wisata Daplang Raya Sari.

Ketua KKN-POM Kelompok 15 UNIMUS, Muhammad Daffa Dwi Febrilyan, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

“Kami ingin program kerja yang dilaksanakan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami berusaha melihat apa yang dibutuhkan desa, kemudian menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat dan pengunjung secara berkelanjutan,” ujar Daffa saat dihubungi, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, keberadaan peta dan petunjuk arah diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mudah diakses pengunjung sekaligus membantu memperkenalkan potensi Desa Wisata Daplang Raya Sari.

“Harapan kami, peta desa wisata dan plang petunjuk arah ini dapat memudahkan wisatawan ketika berkunjung sekaligus membantu memperkenalkan Desa Wisata Daplang Raya Sari kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Kepala Desa Mangunsari, Musono, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNIMUS. Ia menilai fasilitas yang dihadirkan dapat membantu masyarakat dan pengunjung memperoleh informasi mengenai kawasan wisata.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Semarang. Peta desa wisata dan petunjuk arah ini sangat bermanfaat karena dapat membantu masyarakat maupun pengunjung memperoleh informasi mengenai kawasan wisata dengan lebih mudah,” kata Musono.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

Apresiasi juga disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNIMUS, Prima Trisna Aji. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak harus menghasilkan inovasi yang kompleks untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN di Desa Mangunsari karena program ini menjawab kebutuhan desa. Peta desa wisata dan plang petunjuk arah mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki fungsi nyata bagi masyarakat dan pengunjung sekaligus mendukung penguatan identitas Desa Wisata Daplang Raya Sari,” ujar Prima.

Ia menegaskan, KKN merupakan proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami persoalan sekaligus potensi yang dimiliki masyarakat. Karena itu, program pengabdian perlu dirancang berdasarkan kebutuhan dan memiliki manfaat yang dapat berlanjut.

“KKN bukan sekadar mahasiswa datang, melaksanakan kegiatan, kemudian pulang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kehadiran mahasiswa meninggalkan dampak dan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Program kerja yang baik adalah program yang bertemu dengan kebutuhan desa,” tegasnya.

Melalui program tersebut, KKN UNIMUS tidak hanya mendukung penguatan fasilitas Desa Wisata Daplang Raya Sari, tetapi juga membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat.

Keberadaan peta dan plang petunjuk arah diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus memudahkan pengunjung mengenali potensi yang dimiliki Desa Mangunsari.

Be the first to comment

Leave a Reply