WARTAPTM.ID, BANDA ACEH — Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) meraih penghargaan dalam dua forum akademik internasional. Haikal Fairuzi dan Difa Mahirah dinobatkan sebagai Best Presenter pada 1st SMART (Sustainable Economic, Management and Accounting Research Trends) International Conference, sedangkan Nurkhaira meraih Best Paper Award pada The 1st Aceh International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (AICISSS) 2026.
AICISSS 2026 merupakan kompetisi yang diadakan oleh orum Komunikasi Pimpinan (FKP-PTKIS) Aceh bekerja sama dengan Kopertais Wilayah V Aceh, Rabu (2/10/2026). Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa Unmuha meraih penghargaan melalui karya ilmiah dengan tema yang beragam, mulai dari pola kunjungan wisatawan ke Aceh, kesiapan masyarakat digital di Indonesia, tata kelola dana desa, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal.
Haikal Fairuzi, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Unmuha, mempresentasikan dua penelitian dalam konferensi SMART. Keduanya membahas isu yang berkaitan dengan ekonomi dan transformasi digital.
Penelitian pertama berjudul “Recovered in Total, Rearranged in Time: Ramadan Timing and the Seasonal Pattern of Foreign Arrivals in Aceh, Indonesia, 2017–2024”. Riset tersebut mengkaji pola kedatangan wisatawan asing ke Aceh dengan mempertimbangkan perubahan pola musiman selama Ramadan.
Sementara penelitian keduanya berjudul “Mapping Sub-National Digital Society Readiness in Indonesia: A Cluster-Based Typology of 514 Regencies and Cities”. Penelitian ini memetakan kesiapan masyarakat digital pada tingkat kabupaten dan kota di Indonesia melalui pendekatan klaster.
Mahasiswa Unmuha lainnya, Difa Mahirah dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, mempresentasikan penelitian berjudul “Transparency, Accountability, and Budgetary Participation as Drivers of Effective and Sustainable Village Fund Management: Evidence from Banda Raya District”.
Penelitian tersebut mengangkat transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi anggaran sebagai faktor yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa yang efektif dan berkelanjutan, dengan mengambil studi di Kecamatan Banda Raya.
Sementara itu, Nurkhaira, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Agama Islam Unmuha, meraih Best Paper Award dalam AICISSS 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Integrasi GeoGebra dan Kearifan Lokal Aceh dalam Pembelajaran Bangun Ruang untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa”.
Riset Nurkhaira mempertemukan pemanfaatan teknologi pembelajaran GeoGebra dengan kearifan lokal Aceh dalam pembelajaran bangun ruang. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual bagi siswa.
Rektor Unmuha, Aslam Nur, mengapresiasi capaian ketiga mahasiswa tersebut. Ia menilai penghargaan yang diraih menunjukkan kemampuan mahasiswa Unmuha untuk mengembangkan karya akademik dan mempresentasikannya dalam forum internasional.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Unmuha, kami mengucapkan selamat dan sukses setinggi-tingginya kepada Haikal, Difa, dan Nurkhaira,” ujar Aslam.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik melalui kegiatan riset.
“Capaian ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Unmuha memiliki kualitas akademis yang unggul, ketekunan riset yang matang, serta daya saing yang siap diperhitungkan di kancah internasional,” katanya.
Aslam berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian individual, tetapi menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk aktif melakukan penelitian dan menghasilkan karya yang dapat dipresentasikan di tingkat nasional maupun internasional.
“Langkah yang dirintis oleh Haikal, Difa, dan Nurkhaira menunjukkan bahwa tidak ada batasan untuk melangkah jauh selama kita berani mencoba. Mari terus berkarya, tekun meneliti, melampaui batas kemampuan diri, dan raihlah prestasi setinggi-tingginya demi mengharumkan nama almamater serta bangsa,” tuturnya.
Bagi Unmuha, capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang akademik di perguruan tinggi dapat menjadi tempat mahasiswa mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan yang dekat dengan masyarakat. Dari isu pariwisata dan transformasi digital hingga tata kelola desa serta pembelajaran berbasis budaya lokal, riset mahasiswa dapat diarahkan untuk membaca persoalan secara lebih terukur dan kontekstual.

Be the first to comment