WARTAPTM.ID, PEKANBARU — Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi tuan rumah Musyawarah Anggota Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSTM-PTMA) pada 12–13 Oktober 2026. Forum ini membahas penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, penyelarasan kurikulum, dan peningkatan mutu pendidikan teknik mesin.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Utama UMRI, Pekanbaru, tersebut dibuka Wakil Rektor III UMRI, Wahyu Busyro, pada Senin (12/10/2026). Musyawarah diikuti pimpinan dan perwakilan program studi teknik mesin dari sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Dekan Fakultas Teknik UMRI, Indra Hasan, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kesempatan bagi UMRI untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong kemajuan pendidikan teknik mesin di lingkungan PTMA.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan rumusan strategis yang dapat diterapkan oleh perguruan tinggi anggota, terutama dalam penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu akademik dan akreditasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Fakultas Teknik UMRI saat ini menaungi empat program studi, yakni Teknik Mesin, Mesin Otomotif, Teknik Industri, dan Teknik Kimia.
Sementara itu, Ketua Umum APSTM-PTMA, Acep Wagiman, menyebut asosiasi tersebut menghimpun 25 perguruan tinggi anggota. Menurutnya, asosiasi berperan sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi untuk mendorong pengembangan pendidikan teknik mesin.
Melalui musyawarah ini, ia berharap para anggota dapat bertukar pengalaman, merespons perkembangan teknologi, dan merumuskan program bersama yang memberikan manfaat bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Acep.
Wakil Rektor III UMRI, Wahyu Busyro, menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, publikasi ilmiah, serta kompetensi dosen dan mahasiswa.
Menurutnya, kolaborasi perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar perguruan tinggi mampu menyiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Ia juga menyoroti pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Keterhubungan tersebut diperlukan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan bidang teknik mesin dan kebutuhan tenaga kerja.
“Semoga dengan kegiatan ini akan memajukan teknik mesin di Indonesia dan membawa kemajuan bagi anggota asosiasi di perguruan tinggi Muhammadiyah,” kata Wahyu.
Musyawarah Anggota APSTM-PTMA di UMRI diharapkan memperkuat jejaring antarkampus dan mendorong program kolaboratif dalam pendidikan, penelitian, serta pengembangan kompetensi lulusan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PTMA untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi teknik mesin dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Be the first to comment