WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) meluluskan 1.170 wisudawan pada Wisuda ke-48 Tahun Akademik 2026–2027 yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida, Sidoarjo. Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan berkontribusi bagi masyarakat di tengah persaingan dunia kerja.
Wisuda kali ini mengusung tema “Membangun Talenta Unggul dan Berdaya Saing melalui Perguruan Tinggi Berbasis Inovasi Sains dan Teknologi”. Umsida menekankan pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah tokoh hadir dalam prosesi tersebut, antara lain Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Ahmad Najib Burhani; Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Biyanto; Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni; serta Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Achmad Jainuri.
Rektor Umsida Hidayatulloh menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Umsida. Menurutnya, capaian kelulusan tersebut merupakan hasil proses pendidikan yang melibatkan mahasiswa, keluarga, dan sivitas akademika.
“Terima kasih telah bersama-sama dengan kami menempa seluruh mahasiswa yang saat ini mengikuti wisuda sebanyak 1.170 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,63,” ujarnya.
Dari total lulusan tersebut, Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPSI) meluluskan 469 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,60. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) meluluskan 197 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,56.
Selanjutnya, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) meluluskan 324 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,70. Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pendidikan (FIKP) meluluskan 136 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,57, sedangkan Program Pascasarjana meluluskan 44 wisudawan dengan rata-rata IPK 3,67.
Dalam sambutannya, Hidayatulloh menjelaskan bahwa pengembangan Umsida mengacu pada visi menjadi perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat. Visi tersebut ditetapkan pada 2018 dengan arah pengembangan hingga 2038.
Umsida telah menyusun lima tonggak capaian untuk mewujudkan visi tersebut. Saat ini, kampus memasuki tonggak ketiga, yakni national competitiveness atau daya saing nasional, setelah melalui tahapan pengembangan dan penguatan mutu institusi.
“Setelah kami berhasil mengantarkan Umsida ini menjadi berbagai unggul di level nasional, tentu perjalanan ini akan terus berlanjut di milestone keempat, yakni ASEAN recognition,” jelasnya.
Pada tahap berikutnya, Umsida menargetkan pengakuan di tingkat Asia Tenggara. Untuk mendukung arah tersebut, kampus terus mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi.
Menurut Hidayatulloh, sejumlah hasil inovasi sivitas akademika Umsida telah dimanfaatkan masyarakat di Indonesia. Pengembangan inovasi tersebut menjadi salah satu upaya kampus agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pembelajaran, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Selain mengembangkan mutu akademik, Umsida juga mendukung akses pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Sang Surya yang dikelola Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida dalam program 10.000 sarjana.
Pada Tahun Akademik 2026–2027, program tersebut menyalurkan beasiswa kepada 595 mahasiswa dengan total dana Rp959.269.000. Dukungan ini menjadi salah satu upaya membantu mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi hingga menyelesaikan studi.
Di akhir sambutannya, Hidayatulloh berharap para lulusan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah, baik di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat.
Ia juga berharap lulusan yang telah bekerja dapat meningkatkan peran dan kontribusinya di tempat kerja, sedangkan mereka yang sedang mencari pekerjaan memperoleh kesempatan sesuai kompetensi masing-masing.
Wisuda ke-48 ini menjadi bagian dari perjalanan Umsida dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing. Melalui penguatan mutu pendidikan, pengembangan inovasi, dan dukungan akses pendidikan, Umsida berupaya mendorong lulusannya berkontribusi bagi masyarakat serta menghadapi tantangan di tingkat nasional dan regional.

Be the first to comment