WARTAPTM.ID, MALAYSIA – Sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terus memperluas jejaring internasional melalui kunjungan benchmarking ke Universiti Sains Malaysia pada 17 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Universiti Sains Malaysia (USM) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi global, khususnya dalam implementasi tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi PTMA yang hadir berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kehadiran mereka disambut langsung oleh pimpinan fakultas komunikasi USM bersama jajaran dosen.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama lintas institusi, mulai dari riset kolaboratif, program pengabdian masyarakat, hingga pengembangan pembelajaran bersama.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan sebagai kunci peningkatan kualitas akademik di tengah kompetisi global.

Associate Professor Dr. Bahiyah Binti Omar menyambut baik kunjungan ini dan menilai sinergi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas institusi.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas akademik. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman akan memperkuat institusi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Kolaborasi antara PTMA dan USM sejatinya telah terjalin sebelumnya. Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan adalah program pengabdian masyarakat antara UMY dan USM pada 2025 yang berfokus pada pengelolaan waste management di Yogyakarta.
Selain itu, sejumlah dosen dari kedua institusi juga telah terlibat dalam riset bersama, menandai semakin kuatnya hubungan akademik lintas negara.
“Kami melihat banyak potensi kolaborasi yang bisa dikembangkan, baik dalam penelitian bersama maupun pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” ungkapnya.
Dalam kunjungan ini, delegasi juga berkesempatan meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki Departemen Ilmu Komunikasi USM, termasuk laboratorium dan sarana penunjang pembelajaran yang modern.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level program, tetapi juga diperluas dalam bentuk jejaring kelembagaan yang lebih kuat.
Kolaborasi ini juga berpotensi diperkuat melalui dukungan organisasi seperti Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sehingga sinergi yang terbangun dapat memberikan dampak yang lebih luas, baik bagi pengembangan akademik maupun kontribusi kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan kolaborasi ini berkelanjutan dan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Langkah benchmarking ini sekaligus menegaskan komitmen PTMA dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dan membangun kolaborasi global yang berkelanjutan.
Be the first to comment