Dosen Unismuh Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Etika Berbahasa Mahasiswa

Dosen Unismuh Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Etika Berbahasa Mahasiswa
Dosen Unismuh Kembangkan Pragmatik Islami untuk Perkuat Etika Berbahasa Mahasiswa

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengembangkan pendekatan pembelajaran pragmatik berbasis nilai-nilai Islam sebagai upaya memperkuat moderasi dan etika berbahasa di kalangan mahasiswa.

Riset ini merupakan bagian dari program Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Tahun 2025 dalam skema Penelitian Fundamental Reguler II. Penelitian tersebut diketuai oleh Siti Suwadah Rimang bersama tim yang terdiri dari Aco dan Maria Ulviani, serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari kolaborasi akademik.

Penelitian bertajuk “Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Pembelajaran Pragmatik: Upaya Membangun Moderasi Berbahasa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah” ini berangkat dari fenomena menurunnya kesantunan berbahasa mahasiswa, terutama dalam komunikasi digital yang cenderung singkat, langsung, dan minim pertimbangan etika.

“Fenomena komunikasi digital saat ini menunjukkan adanya pergeseran dalam praktik berbahasa mahasiswa yang cenderung kurang memperhatikan aspek kesantunan,” ungkap Siti.

Pengumpulan data dilakukan pada 20 April 2026 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan melibatkan mahasiswa sebagai subjek penelitian. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi praktik komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Dari hasil sementara, tim peneliti menemukan bahwa pembelajaran pragmatik selama ini masih didominasi pendekatan teoretis dan belum sepenuhnya menyentuh aspek implementatif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara praktik komunikasi tatap muka dan digital. Mahasiswa cenderung lebih santun saat berinteraksi secara langsung, namun kurang memperhatikan etika ketika berkomunikasi di ruang digital.

Menjawab temuan tersebut, tim peneliti kemudian mengembangkan model pembelajaran pragmatik berbasis nilai-nilai Islam dengan mengintegrasikan prinsip komunikasi Islami.

“Pendekatan ini mengacu pada nilai-nilai seperti qaulan sadīdan, qaulan layyinan, dan qaulan ma‘rūfan yang diharapkan mampu membentuk pola komunikasi yang santun dan moderat,” jelasnya.

Model pembelajaran ini tidak hanya menekankan aspek linguistik, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan etika dalam berbahasa. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter komunikasi yang beradab.

Sebagai luaran, penelitian ini telah menghasilkan artikel ilmiah yang diterima pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3. Selain itu, tim peneliti juga tengah menyusun buku monograf tentang pragmatik Islami yang diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran bahasa berbasis nilai di perguruan tinggi.

Melalui riset ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam, sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membentuk generasi unggul yang berkarakter santun, moderat, dan berakhlak mulia.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat moderasi berbahasa di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply