Kampus Umsida Masuk Top PTS Nasional di THE Sustainability Impact Rankings 2026

Kampus Umsida Masuk Top PTS Nasional di THE Sustainability Impact Rankings 2026
Kampus Umsida Masuk Top PTS Nasional di THE Sustainability Impact Rankings 2026. (Foto. Umsida).

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan tren positif di kancah internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026. Dalam pemeringkatan tersebut, Umsida berhasil menempati kelompok peringkat 1001–1500 dunia.

Di tingkat nasional, capaian ini menempatkan Umsida pada posisi 44 perguruan tinggi (PTN dan PTS), peringkat 21 perguruan tinggi swasta, serta masuk jajaran lima besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Di lingkup regional, Umsida juga mencatatkan posisi strategis sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Jawa Timur sekaligus PTM terdepan di wilayah tersebut.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Umsida, Hana Catur Wahyuni, menyampaikan bahwa peningkatan peringkat ini menjadi indikator nyata dari konsistensi implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan kampus.

Menurutnya, partisipasi Umsida dalam THE Impact Rankings sejak 2024 menunjukkan adanya progres yang berkelanjutan.

“Capaian ini mencerminkan bahwa berbagai program yang dijalankan selama ini telah memberikan dampak nyata. Ada tren peningkatan yang menunjukkan arah pengembangan kampus semakin tepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/5).

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kontribusi kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.

Pada pemeringkatan tahun 2026, sejumlah indikator SDGs Umsida mengalami peningkatan signifikan. Di antaranya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), ekosistem daratan (SDG 15), serta air bersih dan sanitasi (SDG 6).

Peningkatan ini menunjukkan adanya penguatan pada sektor-sektor strategis yang menjadi fokus pengembangan kampus, baik dalam bidang akademik maupun keberlanjutan lingkungan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, capaian indikator Umsida menunjukkan pergeseran yang semakin progresif, seiring dengan integrasi kebijakan dan program yang lebih terarah pada agenda pembangunan berkelanjutan.

Penguatan SDGs di Umsida tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam seluruh pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dalam bidang pendidikan, nilai-nilai SDGs telah diinternalisasi dalam kurikulum, rencana pembelajaran, hingga aktivitas kemahasiswaan. Sementara itu, penelitian dan pengabdian masyarakat diarahkan untuk mendukung pencapaian target-target SDGs secara konkret.

Di sisi lain, penguatan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan juga diintegrasikan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, sehingga mampu membentuk karakter lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan.

Pengembangan infrastruktur kampus pun mulai mengadopsi prinsip keberlanjutan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan adaptif.

Ke depan, Umsida telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat capaian pada pemeringkatan internasional. Seluruh target SDGs menjadi fokus pengembangan yang terintegrasi dalam rencana strategis universitas periode 2026–2030.

Meski saat ini kekuatan utama masih berada pada bidang pendidikan, riset, dan pengabdian, Umsida menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan seluruh 17 tujuan SDGs secara menyeluruh.

Langkah ini menegaskan posisi Umsida sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply