Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) di panggung internasional. Ikhwandi Chandra Nugraha, mahasiswa Program Studi Kedokteran angkatan 2022, menjadi pembicara termuda pada International Conference on Environment Pollution and Prevention (ICEPP) 2025 yang digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, 6–11 November 2025.
Keikutsertaan Ikhwandi sekaligus menempatkannya sebagai satu-satunya mahasiswa kedokteran dari Indonesia yang lolos seleksi dan tampil di forum ilmiah bergengsi tersebut.
Ajang Ilmiah Bergengsi dengan Partisipasi dari 14 Negara
Konferensi ICEPP 2025 menghadirkan 23 tim riset dari berbagai universitas dunia: Indonesia, India, Malaysia, China, Korea Selatan, Rusia, Filipina, Taiwan, Australia, Kazakhstan, Amerika Serikat, Vietnam, hingga Ethiopia. Forum global ini menjadi ruang strategis bagi akademisi dan peneliti untuk mencari solusi inovatif atas isu pencemaran lingkungan—salah satu tantangan terbesar abad ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ikhwandi mempresentasikan penelitian berjudul: “Eco-Friendly Air Filtration System Using Sansevieria trifasciata”. Penelitian tersebut mengembangkan sistem filtrasi udara berbasis tanaman hias lidah mertua, dikenal efektif menyerap polutan.
Penelitian lintas disiplin ini menarik perhatian karena menggabungkan perspektif medis, ekologi, serta teknologi ramah lingkungan.
“Ini pengalaman yang sangat berharga. Menjadi delegasi termuda sekaligus membawa nama Indonesia di forum internasional tentu sebuah kebanggaan,” ujar Ikhwandi melalui sambungan telepon dari Vietnam.
Dosen pembimbing sekaligus ahli riset, Dzar Fadli, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian mahasiswanya. Menurutnya, keberhasilan Ikhwandi menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran dapat berperan lebih luas dalam isu lingkungan dan riset multidisipliner.
“Keberanian Ikhwandi berdiri di panggung internasional adalah prestasi luar biasa. Ini bukti bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar medis, tetapi juga mampu menawarkan solusi bagi masalah lingkungan,” terang Dzar.
Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan bagian dari pengembangan material filtrasi yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, riset ini direncanakan masuk ke tahap uji efektivitas dan peluang produksi massal.
ICEPP 2025 tidak hanya menyajikan pemaparan ilmiah, tetapi juga diskusi panel, networking session, hingga peluang kolaborasi riset internasional dengan tema besar “Sustainable Innovation for Cleaner Environment.”
Bagi Ikhwandi, forum ini menjadi tonggak awal untuk melangkah lebih jauh di dunia penelitian.
“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas. Kita harus berani membawa penelitian ke forum internasional agar berdampak lebih luas,” ujarnya.
Be the first to comment