PKKPIMB 2026, Unmuh Jember Ajak Mahasiswa Baru Belajar Berdemokrasi lewat Simulasi Demo

PKKPIMB 2026, Unmuh Jember Ajak Mahasiswa Baru Belajar Berdemokrasi lewat Simulasi Demo

WARTAPTM.ID, JEMBER — Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengenalkan praktik berdemokrasi kepada mahasiswa baru melalui simulasi demonstrasi dalam rangkaian Seminaria Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu (7-9/9/2026), tersebut dikemas berbeda dari pengenalan kehidupan kampus pada umumnya. Setelah mendapat pembekalan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kehidupan akademik, mahasiswa baru diajak membaca sejumlah isu strategis dan menyampaikan aspirasi melalui simulasi aksi.

Mahasiswa dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan isu, menentukan sikap, menyusun tuntutan, hingga menyiapkan atribut aksi. Mereka kemudian turun ke lapangan dan melakukan orasi di hadapan pihak “pemerintah” yang diperankan panitia melalui roleplay.

Mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol solidaritas, mahasiswa membawa poster dan spanduk yang mereka buat sendiri. Sejumlah isu yang diangkat antara lain penanganan bencana, ketidakadilan sosial, hak asasi manusia, dan konflik agraria.

Simulasi tersebut tidak diarahkan sekadar untuk memperagakan demonstrasi. Mahasiswa justru diajak memahami proses menyampaikan aspirasi secara kritis, tertib, dan bertanggung jawab.

Ketua Panitia PKKPIMB Unmuh Jember Putra Kurniawan, mengatakan konsep tersebut lahir dari evaluasi terhadap pelaksanaan PKKPIMB pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai lebih banyak berlangsung di dalam ruangan.

“Simulasi demo ini berangkat dari kejenuhan kegiatan PKKPIMB tahun-tahun sebelumnya yang terlalu banyak kegiatan indoor dan presentasi. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada mahasiswa baru,” jelas Putra.

Menurutnya, mahasiswa terlebih dahulu berdiskusi untuk memahami persoalan yang diberikan, menyusun tuntutan, dan menuangkannya dalam berbagai media aksi. Setelah itu, mereka mempraktikkan cara menyampaikan aspirasi di ruang publik.

“Tujuannya juga untuk memberi tahu mahasiswa baru bagaimana melakukan demo yang baik dan benar, tidak anarkis, serta tetap menyampaikan aspirasi secara kritis dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Putra menjelaskan, simulasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa sebagai agent of change. Mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan dengan kehidupan akademik, tetapi juga didorong memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.

“Kami ingin build mahasiswa baru sebagai agent of change yang peka terhadap isu dan mampu menentukan sikap terhadap isu tersebut. Salah satu bentuknya adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi dengan cara yang baik,” ungkapnya.

Dalam simulasi, mahasiswa diberikan sejumlah persoalan untuk dikaji bersama. Salah satunya mengenai penanganan bencana yang mencakup keselamatan masyarakat, respons pemerintah, distribusi bantuan, keterbukaan informasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan masyarakat terdampak.

Mahasiswa kemudian menyusun sikap dan tuntutan berdasarkan isu tersebut. Proses serupa dilakukan ketika mereka mengangkat persoalan ketidakadilan sosial, hak asasi manusia, dan konflik agraria.

Metode ini membuat mahasiswa baru tidak hanya menjadi penerima materi. Mereka dituntut mengolah informasi, berdiskusi, menentukan posisi, membangun argumentasi, serta menyampaikannya kepada pihak lain.

Selama simulasi berlangsung, panitia yang terdiri atas mahasiswa dan BEM Universitas Muhammadiyah Jember turut mengawal kegiatan. Panitia mengarahkan jalannya roleplay sekaligus memastikan penyampaian aspirasi berlangsung dalam koridor edukasi.

Melalui simulasi tersebut, Unmuh Jember memperkenalkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kampus juga menjadi ruang untuk belajar memahami persoalan masyarakat, berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan bertanggung jawab atas sikap yang diambil.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa baru agar memiliki bekal intelektual dan sosial sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply