Ustaz dr H Agus Taufiqurrahman, SpS MKes menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dengan beribadah penuh selama Ramadan. Hal ini disampaikan pada kajian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Minggu, 22 Februari 2026.
Menurut Agus, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, sehingga tidak merasa terpuruk saat menghadapi permasalahan. “Dalam hidup ini, kita pasti akan berhadapan dengan berbagai macam cobaan, dalam Al-Qur’an disebutkan Wa lanabluwannakum bisyai’im minal-khaufi wal-jū’i wa naqaṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt(i). Di antara cobaan yang akan bisa dihadapi, ada yang diberi cobaan ketakutan, rasa sakit, ekonomi, semua akan merasakan itu. Diantara orang yang mendapatkan cobaan tersebut, ada yang beruntung bisa bersabar menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya,” ujarnya.
Agus juga menyinggung fenomena yang dialami generasi muda saat ini, seperti burnout dan overthinking yang sering muncul apabila seseorang sudah kewalahan menghadapi permasalahan hidupnya. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.
“Keimanan tertinggi seorang hamba itu ketika sudah menempatkan Allah dan Rasul-Nya sebagai zat yang paling dicintai. Jika kita mencintai Allah, apa pun takdir yang diberikan akan diterima dengan suka cita, tidak akan mengalami burnout, overthinking, apalagi sampai ansietas depresi yang bermasalah,” ucapnya.
Sesuai data Kementerian Kesehatan, sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa dari berbagai aspek, dan jumlahnya terus meningkat. Agus menilai bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi permasalahan hidup.
Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa bersabar dan bersyukur di bulan Ramadan ini, serta meyakini bahwa setiap permasalahan yang dihadapi memiliki hikmah di baliknya. (Mei)
Be the first to comment