UM Maluku dan UKIM Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat SDM Maluku

UM Maluku dan UKIM Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat SDM Maluku

WARTAPTM.ID, MALUKU – Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang berkualitas bagi pembangunan Maluku.

Upaya tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kunjungan jajaran pimpinan UM Maluku ke Kampus UKIM, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka ruang kolaborasi antarkedua perguruan tinggi yang berada di kawasan yang berdekatan.

Kunjungan dipimpin Rektor UM Maluku, Faris Al-Fadhat, didampingi Wakil Rektor I Andi Thamrin,  serta sejumlah kepala lembaga. Rombongan disambut Rektor UKIM, Steve G.C. Gaspersz, bersama jajaran wakil rektor dan pimpinan lembaga di Gedung Rektorat UKIM.

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi dan memetakan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan kedua perguruan tinggi.

Faris mengatakan, kedekatan geografis UM Maluku dan UKIM merupakan modal sosial yang dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Kedatangan kami di sini untuk silaturahmi. Mengingat saat ini kampus kita bertetangga, tidak ada salahnya jika kita saling berkunjung sekaligus membicarakan potensi kerja sama ke depan,” ujar Prof. Faris.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan perubahan dan kemajuan melalui pendidikan yang bermutu. Karena itu, kolaborasi antarkampus menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas dampak perguruan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di daerah.

Ia menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan kebaikan, perubahan, dan prestasi melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi.

“Bagi kami, membangun perguruan tinggi yang unggul merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi masyarakat,” katanya.

Siapkan SDM Maluku untuk Peluang Industri Strategis

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan kemudian mengarah pada kebutuhan penyiapan SDM lokal menyongsong rencana operasional Proyek Blok Masela.

Kedua perguruan tinggi memandang perkembangan industri strategis di Maluku perlu diikuti dengan kesiapan anak daerah agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran dalam berbagai kebutuhan tenaga kerja yang muncul.

Karena itu, perguruan tinggi di Maluku dinilai perlu mengambil posisi lebih aktif dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sekaligus memperkuat pendidikan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan daerah.

Kolaborasi antarkampus dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kapasitas tersebut. Pertukaran pengetahuan, pengembangan program bersama, hingga pemanfaatan sumber daya akademik dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara lebih konkret.

Rektor UKIM, Steve G.C. Gaspersz, menyambut positif inisiatif UM Maluku untuk membuka ruang kerja sama. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memperkuat jejaring dan kolaborasi karena tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.

“Kita memang perlu memperkuat kolaborasi dan kerja sama antar-perguruan tinggi,” jelas Steve.

Ia mencontohkan kerja sama UKIM dengan SMA Muhammadiyah Ambon di lingkungan sekitar kampus sebagai salah satu bentuk hubungan antarlembaga yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Bagi Steve, semangat kolaborasi tersebut perlu diperluas sehingga perguruan tinggi dapat bersama-sama mengambil peran dalam menjawab persoalan strategis di Maluku.

PTS Perlu Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Steve juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah kepulauan.

Menurutnya, PTS memiliki peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, terutama di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Kita harus mendorong pemerintah untuk terus mendukung PTS yang ada di Maluku, karena peran PTS sangat besar dalam membantu akses pendidikan tinggi, terutama di wilayah-wilayah kepulauan,” tegasnya.

Pandangan tersebut menempatkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Keberadaan kampus perlu diperkuat agar mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap berbagai agenda pembangunan strategis.

Pertemuan UM Maluku dan UKIM menjadi langkah awal untuk membangun perspektif tersebut melalui kolaborasi antarlembaga. Kedua pihak berharap komunikasi yang telah dibangun dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi mampu menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Dengan kekuatan masing-masing, UM Maluku dan UKIM berupaya menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan daerah, sekaligus memastikan anak-anak Maluku memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengambil peran dalam masa depan daerahnya sendiri.

Be the first to comment

Leave a Reply