WARTAPTM.ID, ACEH — Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) memperkuat tata kelola dan pengembangan institusi menuju perguruan tinggi unggul. Penguatan tersebut dilakukan melalui pembinaan bersama Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekaligus mendapat dukungan donasi Rp1 miliar dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Agenda bertajuk Pembinaan Pengelolaan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh Menuju Perguruan Tinggi Unggul tersebut berlangsung di lingkungan UMMAH, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan menghadirkan Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Andy Dwi Bayu Bawono dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Ahmad Muttaqin sebagai narasumber.
Pembinaan diarahkan pada penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan mutu kelembagaan, serta penyusunan strategi pengembangan UMMAH secara berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola institusi.
Di sela agenda pembinaan, dilakukan penyerahan simbolis donasi dari PTMA bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kepada UMMAH dengan total nilai Rp1 miliar.
Dukungan tersebut menjadi bentuk solidaritas keluarga besar Muhammadiyah dalam memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, khususnya UMMAH sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di Aceh.
Donasi tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kelembagaan dan pengembangan UMMAH dalam meningkatkan kualitas serta daya saing perguruan tinggi.
Rektor UMMAH, Muharrir, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTMA dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi sekaligus amanah bagi UMMAH untuk terus melakukan pembenahan.
“Dukungan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan mutu, dan memperkuat UMMAH agar mampu menjadi perguruan tinggi yang unggul serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muharrir, pengembangan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun penambahan program akademik. Penguatan tata kelola dan budaya mutu menjadi bagian penting untuk memastikan institusi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, pembinaan bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi momentum bagi UMMAH untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan komitmen sivitas akademika UMMAH dalam membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Dukungan dari keluarga besar Muhammadiyah dinilai semakin memperkuat ikhtiar tersebut. Selain memberikan dukungan material, pembinaan juga membuka ruang bagi UMMAH untuk mendapatkan arahan dan pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi dari lingkungan Muhammadiyah.
Ke depan, UMMAH berkomitmen memanfaatkan dukungan dan pembinaan tersebut untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat Aceh.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UMMAH untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berkemajuan, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Be the first to comment