Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama akademik dengan Universiti Sains Malaysia (USM). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) serta penyelenggaraan program Visiting Professor yang berlangsung pada 2–4 Maret 2026 di kampus UMTAS.
Delegasi dari USM dipimpin oleh Saratha Sathasivam, akademisi yang memiliki kepakaran dalam bidang computational intelligence, kecerdasan buatan, dan jaringan saraf tiruan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni penandatanganan MoA sebagai bentuk komitmen kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta kolaborasi akademik internasional. Setelah penandatanganan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop on Computational Intelligence: Neural Networks, Learning, and Optimization yang diselenggarakan di Fakultas Teknik UMTAS.

Workshop tersebut memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa mengenai perkembangan terbaru dalam bidang kecerdasan komputasional, khususnya terkait pemanfaatan neural networks untuk pemodelan serta optimasi berbagai sistem.
Pada hari kedua, kegiatan Visiting Professor dilanjutkan di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMTAS. Dalam sesi tersebut, Saratha Sathasivam menyampaikan materi bertajuk How to Write High Impact Research Article yang membahas strategi menulis artikel ilmiah berkualitas untuk publikasi pada jurnal bereputasi internasional.
Pada sesi berikutnya, ia menyampaikan kuliah umum bertema Transforming Healthcare Through Artificial Intelligence. Dalam pemaparannya, Saratha menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui analisis data medis, sistem diagnosis berbasis AI, serta dukungan pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada hari ketiga di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMTAS. Dalam sesi pagi, Saratha membawakan materi Artificial Intelligence: Revolutionizing Education in the Digital Era yang membahas peran kecerdasan buatan dalam mentransformasi proses pembelajaran di era digital, termasuk personalisasi pembelajaran berbasis teknologi cerdas.
Sementara itu, pada sesi berikutnya ia menyampaikan materi From Research to Publication yang memberikan panduan praktis bagi dosen dan peneliti dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi publikasi ilmiah yang berkualitas.
Ketua Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UMTAS, Aceng Sambas, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan akademik antara UMTAS dan Universiti Sains Malaysia.
“Kegiatan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, maupun pengembangan program akademik di masa mendatang,” ujarnya.
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi internasional merupakan bagian penting dari strategi pengembangan perguruan tinggi.
“Kerja sama internasional seperti ini menjadi bagian dari upaya UMTAS untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring global,” katanya.
Melalui penandatanganan MoA dan program Visiting Professor ini, UMTAS berharap dapat membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Universiti Sains Malaysia dalam menghasilkan penelitian inovatif, publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Be the first to comment