Unismuh Makassar Perkuat Budaya K3 untuk Menuju Kampus Berstandar Internasional

Unismuh Makassar Perkuat Budaya K3 untuk Menuju Kampus Berstandar Internasional
Unismuh Makassar Perkuat Budaya K3 untuk Menuju Kampus Berstandar Internasional

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) terus memantapkan langkah menuju kampus berstandar internasional dengan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan workshop K3 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pimpinan dan sivitas akademika, mulai dari jajaran rektorat, dekan, kepala lembaga, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur pengamanan kampus. Hal ini menunjukkan bahwa K3 diposisikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh warga kampus.

Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prinsip mendasar dalam ajaran Islam. Menurutnya, Islam menempatkan upaya menjaga keselamatan diri, orang lain, dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas bekerja.

“Bekerja bukan semata urusan duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah. Karena itu, keselamatan fisik, mental, dan spiritual harus dijaga secara seimbang,” ujarnya.

Ia juga menekankan kaidah fikih yang menempatkan pencegahan bahaya sebagai prioritas utama. “Islam menegaskan prinsip bahwa menghindari mudarat harus didahulukan daripada mengejar kemaslahatan,” tambahnya.

Penguatan K3 sebagai Pilar Tata Kelola Kampus Unggul

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa penguatan K3 merupakan konsekuensi dari komitmen institusi dalam membangun sistem tata kelola kampus yang unggul dan terstandar. Setelah meraih akreditasi Unggul dan sertifikasi ISO Manajemen Pendidikan, Unismuh kini menaruh perhatian serius pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

“Penguatan K3 menjadi bagian dari pengelolaan universitas modern yang berorientasi mutu dan keberlanjutan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Unismuh Makassar telah masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional, seperti Times Higher Education (THE) Impact Ranking, THE World University Ranking, dan UI GreenMetric. Ke depan, universitas menargetkan sertifikasi ISO 45001 sebagai standar internasional sistem manajemen K3.

Narasumber utama workshop, Lalu Muhammad Saleh, Guru Besar K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa implementasi K3 sangat bergantung pada komitmen pimpinan institusi.

“K3 bukan hanya soal alat keselamatan atau prosedur teknis, tetapi menyangkut sistem, kompetensi SDM, dan konsistensi pengawasan,” tegasnya.

Ia menilai komitmen tersebut telah terlihat di Unismuh Makassar. “Tanpa komitmen kuat dari pimpinan, K3 sulit berjalan optimal. Tapi hari ini saya melihat komitmen itu hadir di Unismuh Makassar,” ujarnya.

Kampus Aman sebagai Investasi Jangka Panjang

Lalu juga mengingatkan bahwa lingkungan kampus memiliki beragam potensi risiko keselamatan, mulai dari laboratorium, gedung perkuliahan, kantin, hingga aktivitas mahasiswa di lapangan seperti KKN dan praktikum. Oleh karena itu, edukasi keselamatan, pengawasan fasilitas, serta perlindungan asuransi bagi mahasiswa menjadi hal yang krusial.

“Kampus-kampus besar dunia menjadikan K3 sebagai fondasi menuju world class university. Keselamatan adalah investasi jangka panjang. Kampus yang aman akan melahirkan sivitas yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui sosialisasi dan workshop ini, Unismuh Makassar menargetkan terbangunnya budaya K3 yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, K3 tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, melainkan tumbuh sebagai kesadaran bersama seluruh warga kampus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*