Unismuh Siapkan Sistem Terpadu Pekerti-AA Batch 10, Fokus pada Kualitas

Unismuh Makassar Perkuat Skema Pekerti-AA Batch 10, Respons Lonjakan Peserta 2026

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus mematangkan pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA) Batch 10 tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya jumlah peserta sekaligus upaya memperkuat kualitas pelatihan dosen yang lebih terintegrasi.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan pimpinan universitas, tim penyusun program, serta narasumber di Menara Iqra Unismuh Makassar, Kamis (30/4/2026).

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, hadir bersama jajaran wakil rektor untuk memastikan kesiapan program berjalan optimal, baik dari sisi kurikulum, teknis pelaksanaan, maupun dukungan sumber daya.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pelatihan Batch 10 akan menggunakan skema baru yang mengintegrasikan Pekerti dan Applied Approach dalam satu sistem pembelajaran terpadu.

Ketua tim pelaksana, Ishaq Made Amin, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan kedalaman kompetensi pedagogik dosen.

“Model ini berbeda dari sebelumnya. Sertifikat ketuntasan hanya diberikan kepada peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian, termasuk sesi luring,” jelasnya.

Ia merinci, total terdapat 46 modul yang harus diselesaikan peserta, terdiri atas kombinasi pembelajaran daring dan luring. Skema ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.

Tingginya minat terhadap program ini menjadi fenomena tersendiri. Hingga tahap pendataan awal, tercatat 371 calon peserta, dengan 233 di antaranya telah menyelesaikan proses administrasi.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga penutupan pendaftaran.

Dengan kapasitas yang ada, pelatihan dirancang terbagi ke dalam sedikitnya enam kelas, masing-masing berisi 35–40 peserta. Sistem kelas bergelombang akan diterapkan untuk menyesuaikan ketersediaan narasumber dan menjaga kualitas pembelajaran.

Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung pada 4–23 Mei 2026.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Andi Sukri Syamsuri, menilai lonjakan peserta sebagai tantangan sekaligus peluang strategis.

“Kita menghadapi tantangan besar dengan jumlah peserta yang meningkat. Namun, jika dikelola dengan baik, ini menjadi peluang untuk menunjukkan kapasitas institusi dalam menyelenggarakan pelatihan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Batch 10 akan menjadi pijakan penting dalam pengajuan program pelatihan dosen untuk periode 2026–2030.

Sebagai bagian dari inovasi, Unismuh akan mengoptimalkan platform pembelajaran daring SPADA. Penguatan dilakukan melalui pengembangan forum diskusi interaktif, sistem umpan balik dari narasumber, hingga dokumentasi rekaman pembelajaran untuk kebutuhan evaluasi dan akreditasi.

Selain itu, mekanisme remedial tetap diterapkan bagi peserta yang belum memenuhi standar kelulusan, dengan pengawasan berbasis sistem untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Pelaksanaan Batch 10 melibatkan sedikitnya 17 narasumber dari kalangan akademisi internal, didukung oleh tim teknis P4-DF yang memastikan kelancaran operasional program.

Hingga saat ini, dokumen pengajuan program telah mencapai progres sekitar 90 persen. Kurikulum, buku panduan, dan standar operasional prosedur telah rampung, sementara modul pembelajaran masih dalam tahap finalisasi.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Unismuh Makassar optimistis pelaksanaan Pekerti-AA Batch 10 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi model penguatan pelatihan dosen yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply