Mendorong Riset Membumi dan Berdampak bagi Masyarakat

Mendorong Riset Membumi dan Berdampak bagi Masyarakat
Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. penceramah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ceramah Tarawih pada Selasa, 24 Februari 2026, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 H, disampaikan oleh Anton Yudhana dengan tema “Bagaimana Karya-Karya dari Kampus Bisa Memberdayakan Masyarakat.”

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan sehingga dapat diikuti lebih luas oleh masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Anton menekankan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada capaian akademik atau publikasi ilmiah semata. Ilmu, menurutnya, harus hadir sebagai solusi nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Ia mengibaratkan kampus sebagai tempat bertumbuhnya “matahari-matahari keilmuan” yang semestinya memancarkan manfaat hingga ke lingkungan sekitar. Dalam ungkapan sederhananya, kebermanfaatan di kampus harus berlanjut menjadi kebermanfaatan di kampung halaman.

Anton menegaskan bahwa masyarakat bukan hanya objek pengabdian, melainkan juga sumber inspirasi penelitian. Berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga pendidikan dapat menjadi bahan kajian ilmiah yang relevan dan kontekstual.

Menurutnya, riset yang ideal adalah riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi berujung pada solusi konkret. Kampus perlu menjadikan realitas sosial sebagai “ruang belanja masalah” agar penelitian benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyoroti persoalan lingkungan seperti kondisi sungai yang masih dipenuhi sampah. Permasalahan semacam ini, katanya, memerlukan sentuhan edukasi, inovasi teknologi, serta keterlibatan aktif perguruan tinggi.

Selain isu lingkungan, Anton juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pembinaan generasi muda. Khususnya remaja usia sekolah yang sedang berada pada fase krusial perkembangan karakter. Kampus dinilai dapat berkontribusi melalui inovasi pendidikan, pendampingan, serta penguatan kegiatan berbasis masjid dan musala.

Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa studi yang relatif singkat untuk menanamkan dampak jangka panjang di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama 4–5 tahun di bangku kuliah hendaknya menjadi bekal untuk membangun masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui ceramah tersebut, ditegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial. Riset yang membumi adalah riset yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*