Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menggelar agenda buka puasa bersama yang dihadiri pimpinan majelis, dewan pakar, serta sejumlah rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) pada Jumat (13/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, memaparkan perkembangan terkini serta capaian strategis PTMA di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam laporannya, Muttaqin menyampaikan bahwa jumlah PTMA saat ini tercatat sebanyak 163 institusi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah ini mengalami penyesuaian dari sebelumnya 164 perguruan tinggi pada awal tahun, menyusul proses penggabungan salah satu sekolah tinggi ke universitas Muhammadiyah.
Meski demikian, Majelis Diktilitbang memproyeksikan adanya penambahan perguruan tinggi baru dalam waktu dekat. Beberapa inisiatif pendirian kampus tengah diproses, termasuk pengajuan perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia.
Secara nasional, 163 PTMA tersebut merepresentasikan sekitar 4 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Kontribusi PTMA juga terlihat dari jumlah 2.472 program studi yang dikelola, atau sekitar 9 persen dari total program studi nasional.
Capaian Mutu dan Penguatan Akademik
Muttaqin juga menyoroti peningkatan kualitas akademik PTMA yang terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini terdapat 21 PTMA yang telah meraih akreditasi “Unggul”, sebuah capaian yang menempatkan PTMA sebagai bagian penting dari perguruan tinggi berkualitas di Indonesia.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di wilayah Papua. Muttaqin menyoroti keberhasilan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong yang baru saja meraih status unggul yang berhasil meraih status akreditasi unggul.
“Salah satu lompatan prestasi yang patut diapresiasi adalah capaian dari wilayah timur Indonesia yaitu UNIMUDA Sorong dan itu satu-satunya unggul untuk pulau Papua,” ujar Muttaqin.
“Hal ini menjadi jawaban bahwa penguatan mutu pendidikan tinggi Muhammadiyah kini tidak hanya terpusat di wilayah barat Indonesia, tetapi juga berkembang di kawasan timur,” tambahnya.
Dari sisi sumber daya akademik, jumlah guru besar di lingkungan PTMA saat ini mencapai 478 orang, yang berkontribusi sekitar 4 persen dari total guru besar di Indonesia.
Selain itu, Muhammadiyah juga memperkuat kontribusinya di bidang kesehatan melalui pengembangan 23 fakultas kedokteran yang tersebar di berbagai PTMA. Pengembangan program pendidikan dokter spesialis juga tengah dipersiapkan di beberapa wilayah sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan kesehatan.
Pendampingan Majelis dan Penguatan Tata Kelola
Dalam mengelola jaringan perguruan tinggi yang luas, Muttaqin mengakui bahwa dinamika kelembagaan tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi. Beberapa kampus di daerah sempat menghadapi tantangan internal yang memerlukan perhatian khusus.
Untuk itu, Majelis Diktilitbang secara aktif melakukan pendampingan melalui tim pengembang dan dewan pakar guna membantu penyelesaian persoalan kelembagaan, sekaligus memperkuat tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah.
Menurut Muttaqin, berbagai capaian PTMA tidak terlepas dari kerja kolektif para pimpinan, tim pendamping, akademisi, serta dukungan berbagai pihak yang terus mengembangkan institusi pendidikan Muhammadiyah.
Menutup laporannya, Muttaqin menegaskan bahwa pengelolaan perguruan tinggi Muhammadiyah bukan sekadar aktivitas kelembagaan, tetapi juga bagian dari dakwah melalui amal usaha pendidikan.
Ia mengajak seluruh pengelola PTMA untuk terus menghadirkan prestasi dan reputasi akademik sebagai bukti bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah mampu berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa.
“Ini semoga menjadi amal jariah kita di Majelis Diktilitbang sebagai bagian untuk isyhadu bi anna muslimun (Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Islam). Caranya apa? Caranya tunjukkan prestasi kita. Tunjukkan bahwa kita lembaga yang bermartabat, yang bereputasi dan bertanggung jawab untuk mengelola perguruan tinggi Muhammadiyah sebaik-baiknya,” pungkas Muttaqin.
“Ini semua semoga menjadi amal jariah kita dalam membantu dakwah persyarikatan sebagai bagian untuk isyhadu bi anna muslimun. Caranya dengan berprestasi. Tunjukkan bahwa kita lembaga yang bermartabat, yang bereputasi dan bertanggung jawab untuk mengelola perguruan tinggi Muhammadiyah sebaik-baiknya,” pungkas Muttaqin.
Be the first to comment