Dosen Unmuh Jember Raih Doktor di Jepang, Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas

Dosen Unmuh Jember Raih Doktor di Jepang, Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas
Dosen Unmuh Jember Raih Doktor di Jepang, Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas

WARTAPTM.ID, JEMBER – Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan capaian akademik melalui salah satu dosennya. Danang Kumara Hadi dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, resmi meraih gelar doktor dari Ibaraki University, Jepang.

Melalui disertasi bertajuk UHF RFID-Based Sensing and Indoor Localization, Danang menghadirkan inovasi teknologi yang relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan sektor pertanian modern.

Penelitiannya menawarkan terobosan berupa sistem Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID) yang mampu mengintegrasikan fungsi sensor dan pelacakan lokasi dalam satu perangkat. Berbeda dengan teknologi RFID konvensional yang umumnya hanya berfungsi sebagai alat identifikasi dan membutuhkan baterai tambahan, inovasi ini memungkinkan perangkat bekerja tanpa baterai.

Teknologi tersebut memanfaatkan energi dari gelombang radio untuk mendeteksi suhu dan kelembapan sekaligus melacak posisi objek. Hasilnya, sistem menjadi lebih efisien, hemat energi, dan minim perawatan.

Dosen Unmuh Jember Raih Doktor di Jepang, Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas

Perjalanan meraih gelar doktor di Jepang bukan tanpa tantangan. Danang harus beradaptasi dengan budaya akademik yang disiplin serta menghadapi tekanan dari standar riset yang tinggi. Berbagai kendala, mulai dari desain antena yang belum optimal hingga data eksperimen yang tidak konsisten, menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

Namun, dari rangkaian kegagalan tersebut, ia justru menemukan proses pembelajaran penting.

“Kegagalan adalah bagian dari riset. Dari situ kita belajar memperbaiki pendekatan dan berpikir lebih kritis,” ungkapnya.

Konsistensi, rasa ingin tahu, dan ketahanan dalam menghadapi kegagalan menjadi kunci hingga risetnya berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.

Sebagai akademisi di bidang teknologi industri pertanian, Danang melihat potensi besar penerapan inovasinya di sektor riil, khususnya dalam pengembangan smart agriculture dan sistem pergudangan pintar (smart warehouse).

Danang Kumara Hadi, Raih Doktor di Jepang, Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas

Di wilayah agraris seperti Jember, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi lingkungan di greenhouse, seperti suhu dan kelembapan, secara real-time. Selain itu, pada sektor pascapanen, sistem ini juga dapat digunakan untuk melacak distribusi produk pertanian sekaligus menjaga kualitasnya dalam rantai logistik.

“Teknologi ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasok pertanian,” jelasnya.

Ke depan, ia berkomitmen mengintegrasikan hasil riset tersebut dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi di Unmuh Jember, sekaligus membangun kolaborasi dengan industri dan mitra global.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa, khususnya di bidang teknologi dan pertanian, agar tidak melihat inovasi sebagai sesuatu yang jauh dari realitas.

“Pertanian saat ini tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Smart farming dan IoT adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Melalui inovasi ini, Danang diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi akademisi yang tidak hanya mengembangkan ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*