WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tim Tapak Suci UMP berhasil meraih total 11 medali pada ajang 1st Muhammadiyah Games 2026 cabang olahraga pencak silat yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 14–17 Mei 2026.
Dari total perolehan tersebut, kontingen UMP membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti konsistensi pembinaan prestasi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga bela diri.
Medali emas diraih oleh Fata Nur Almaidah (Keperawatan S1) pada kategori tunggal putri, Arsya Virly Azkana Fitra (Ilmu Keolahragaan) di kelas tanding I putra, serta Anang Dwi Irawan (Manajemen S1) di kelas H putra. Selain itu, sejumlah atlet juga menyumbangkan medali pada kategori seni dan tanding beregu.
Ketua Tapak Suci UMP, Wakhida Iqbal Khamdani, mengungkapkan rasa syukur atas capaian timnya. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras selama masa persiapan.
“Alhamdulillah kami masih bisa meraih podium. Ini hasil dari proses latihan yang panjang bersama tim. Ke depan, kami berharap bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi di kejuaraan berikutnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kompetisi sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Jangan takut untuk ikut kompetisi. Menang atau kalah adalah hasil, tetapi pengalaman, relasi, dan pembelajaran selama proses itu jauh lebih penting,” tambahnya.
Pembina tim, Yudha Febrianta, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.
“Kompetisi tidak hanya mengukur kemampuan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tangguh, dan sportif. Ini adalah proses penting dalam mencetak mahasiswa bermental juara,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses persiapan tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari pengaturan waktu antara akademik dan latihan hingga menjaga kondisi fisik dan mental atlet. Namun, melalui koordinasi yang baik, seluruh tahapan dapat dilalui dengan optimal.
Menutup keterangannya, Yudha mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Prestasi tidak diraih secara instan. Dibutuhkan disiplin, kerja keras, dan konsistensi. Manfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama institusi,” pungkasnya.
Be the first to comment