WARTAPTM.ID, MEDAN — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai akuisisi STIKes Indah Medan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah sekaligus membuka peluang UMSU menuju universitas berkelas dunia.
Hal tersebut disampaikan Haedar dalam serah terima pengelolaan STIKes Indah Medan kepada UMSU di Kampus IV UMSU, Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2026).
Menurut Haedar, bergabungnya STIKes Indah Medan ke dalam pengelolaan UMSU bukan hanya menyangkut penguatan kelembagaan, tetapi juga bagian dari ikhtiar Muhammadiyah membangun pendidikan tinggi yang amanah, profesional, modern, dan berkelanjutan.
“InsyaAllah akuisisi ini tidak salah alamat karena Muhammadiyah selalu amanah, profesional, modern, dan tersistem. Ini akan menjadi berkesinambungan dan menjadi bagian dari keluarga Muhammadiyah,” ujar Haedar.
Haedar menilai akuisisi tersebut dapat memperkuat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMSU melalui penambahan program studi di bidang kesehatan. Menurutnya, penguatan tersebut sekaligus memperbesar potensi UMSU untuk berkembang menjadi universitas berkelas dunia.
“Akuisisi STIKes Indah Medan yang menjadi bagian dari FKIK ini, saya yakin potensi UMSU untuk menjadi world university sangat besar, apalagi berkolaborasi dengan PTMA lain. Seluruh sivitas akademika harus bersifat transformatif, profesional, dan modern,” ungkapnya.
Bagi Muhammadiyah, pengembangan perguruan tinggi tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan institusi, tetapi juga pada penguatan mutu, jejaring, dan kemampuan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Haedar mendorong seluruh sivitas akademika UMSU untuk terus membangun budaya akademik yang transformatif dan profesional. Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya juga dinilai penting untuk memperkuat daya saing UMSU di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyebut penguatan UMSU tersebut menjadi bagian dari kesiapan Muhammadiyah menghadapi Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2027 yang akan digelar di Sumatera Utara.
“InsyaAllah ini menjadi berkah dan menunjukkan UMSU siap menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Rektor UMSU, Akrim, menjelaskan bahwa akuisisi STIKes Indah Medan merupakan langkah strategis untuk melengkapi program studi kesehatan yang dibutuhkan dalam pengembangan FKIK UMSU.
Ia mengatakan FKIK UMSU telah mengalami perkembangan signifikan, termasuk peningkatan status akreditasi hingga Unggul. Penguatan program studi kesehatan menjadi bagian dari strategi pengembangan fakultas tersebut.
“Sejak tahun 2020 FKIK UMSU sudah terakreditasi A dan sekarang Unggul dan kami mau melengkapi program studinya. Jadi, satu-satunya jalan adalah mengakuisisi untuk melengkapi program studi kesehatan dan kebidanan,” jelasnya.
Melalui akuisisi tersebut, UMSU tidak hanya memperoleh pengelolaan program studi, tetapi juga aset berupa lahan dan gedung yang sebelumnya berada di bawah STIKes Indah Medan.
Terdapat empat program studi yang kini diserahkan untuk dikelola UMSU, yakni D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, D3 Farmasi, dan S1 Farmasi.
Akrim memastikan proses integrasi tetap memperhatikan keberlanjutan pendidikan dan hak seluruh sivitas akademika STIKes Indah Medan.
“Terima kasih atas keikhlasan yayasan Indah Medan, kami akan menjaga seluruh hak dan kewajiban mahasiswa. Kami berkomitmen merawat dan mengembangkan STIKes Indah Medan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa UMSU akan tetap menjaga sejumlah identitas yang telah melekat di lingkungan STIKes Indah Medan, termasuk tidak mengubah nama masjid yang berada di kawasan tersebut.
Ketua Yayasan STIKes Indah Medan, M. Riski Ramadhan Hasibuan, menyambut baik bergabungnya STIKes Indah Medan ke dalam keluarga Muhammadiyah melalui UMSU.
Menurutnya, pengelolaan oleh UMSU menjadi awal baru untuk mengembangkan kembali institusi pendidikan kesehatan tersebut.
“Kami bangga hadir dalam serah terima kepada UMSU. Kami berharap STIKes Indah Medan yang dikelola UMSU dapat berjaya kembali. Kami sangat beruntung karena UMSU bisa meneruskan dan melahirkan alumni yang seunggul-unggulnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, serah terima tersebut bukan akhir dari perjalanan STIKes Indah Medan, melainkan awal untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama UMSU dan Muhammadiyah.
Selain serah terima pengelolaan STIKes Indah Medan, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UMSU dengan PT Agrinas dan Danantara. Kegiatan turut diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Pembina Yayasan STIKes Indah Medan H. Abdul Haris Hasibuan sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan sinergi dengan Persyarikatan Muhammadiyah.
Be the first to comment