WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) melantik dan mengambil sumpah 29 dokter baru dalam Sumpah Dokter Periode V, Kamis (22/10/2026), di Ruang Amfiteater Kampus IV UAD, Yogyakarta. Para lulusan tersebut telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan rasa syukur atas capaian kelulusan 100 persen pada UKMPPD periode tersebut. Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan akademik para lulusan sebelum memasuki tahap pengabdian sebagai dokter.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan laporan akademik oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK UAD, dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp.PD-KGH. Dekan FK UAD, dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS, kemudian memimpin pengambilan sumpah dokter sekaligus menyerahkan sertifikat profesi dan ijazah kepada para lulusan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyematan pin Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penyerahan buku Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), serta pemberian penghargaan kepada lulusan dengan capaian terbaik berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK), nilai Computer Based Test (CBT), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Perwakilan IDI, dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS, mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar bagian dari seremoni kelulusan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan medis.
Menurut Heri, setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan mengucapkan sumpah, dokter memiliki tanggung jawab profesional atas tindakan yang dilakukan. Karena itu, dokter baru perlu berpegang pada sumpah dokter, KODEKI, serta standar profesi dalam menjalankan pelayanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi dan tidak berhenti belajar. Dunia kedokteran menawarkan beragam jalur pengabdian, mulai dari pelayanan klinis dan pendidikan dokter spesialis hingga penelitian, pengajaran, pengelolaan klinik, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Heri menegaskan bahwa dokter perlu menempatkan keselamatan dan kepentingan pasien sebagai bagian utama dari praktik profesinya. Ia mengingatkan bahwa tugas dokter adalah mengupayakan penyembuhan melalui tindakan medis yang bertanggung jawab, bukan menjanjikan hasil yang sepenuhnya berada di luar kendali manusia.
“Janji kita kepada pasien itu bukan janji kesembuhan, tetapi upaya penyembuhan,” tegasnya.
Ia juga mendorong para dokter baru untuk aktif dalam organisasi profesi, termasuk IDI, sebagai bagian dari upaya menjaga etika dan mengembangkan profesionalisme.
UKMPPD yang dilalui para lulusan mencakup ujian CBT dan OSCE. Kedua komponen tersebut merupakan bagian dari evaluasi kompetensi mahasiswa program profesi dokter sebelum menyelesaikan tahap pendidikan dan memasuki dunia praktik sesuai ketentuan yang berlaku.
Capaian kelulusan 100 persen pada periode ini disambut sebagai hasil penting bagi FK UAD. Namun, kelulusan ujian dan pelantikan juga menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para dokter dalam menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah dipelajari.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dokter baru, dr. Dinda Ian Elistiana, menyampaikan kesan dan pesan. Perwakilan orang tua, dr. Tri Widodo, Sp.PD., Subsp.GH(K), FINASIM, juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, dan para pembimbing yang telah mendukung perjalanan pendidikan para lulusan.
Dengan pelantikan 29 dokter baru ini, FK UAD berharap para lulusan dapat menjalankan profesi dengan menjunjung tinggi etika kedokteran, nilai kemanusiaan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi. Sumpah dokter menjadi pijakan awal bagi mereka untuk mengabdikan ilmu secara bertanggung jawab kepada pasien dan masyarakat.

Be the first to comment