Remaja Sehat dan Ceria dengan Goodie Bag Edukasi ‘Menarche’

Remaja Sehat dan Ceria Menyambut Menstruasi Dengan Goodie Bag Edukasi ‘Menarche’
Remaja Sehat dan Ceria Menyambut Menstruasi Dengan Goodie Bag Edukasi ‘Menarche’

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melalui dosen dan mahasiswa Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan tema edukasi kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri Cibangbay, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, pada 28 Juli 2025.

Program yang diinisiasi oleh Bdn. Sri Susilawati, SST., M.Keb. dan Mutiara Solechah, SST., M.Keb., menghadirkan inovasi Goodie Bag Edukasi Menarche, media kreatif yang dirancang untuk membantu remaja putri menyambut menstruasi pertama dengan lebih sehat, percaya diri, dan ceria. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dekan FIK UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., serta Ketua LP3M, Anggia Suci Pratiwi, M.Pd.

Menarche, atau menstruasi pertama, kerap menjadi pengalaman penuh tanda tanya bagi remaja putri. Banyak di antara mereka yang merasa cemas, bingung, bahkan malu, terutama jika tidak mendapatkan edukasi yang memadai sejak dini. Kondisi ini diperparah dengan masih adanya anggapan di sebagian orang tua bahwa pembicaraan mengenai menstruasi merupakan hal tabu.

Melalui program ini, UMTAS berupaya memberikan informasi yang benar, terbuka, dan menyenangkan mengenai menstruasi pertama. Goodie Bag Edukasi berisi perlengkapan sederhana seperti pembalut, tisu kering, hand sanitizer, serta leaflet edukasi kesehatan reproduksi. Media ini disertai pesan-pesan positif agar remaja lebih siap secara mental maupun praktis menghadapi perubahan alamiah dalam tubuh mereka.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa, dilanjutkan penyampaian materi melalui media goodie bag edukasi, sesi diskusi interaktif, hingga post-test sebagai evaluasi akhir. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan membagikan pengalaman pribadi.

Sri Susilawati menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari hasil tes, tetapi juga dari keterlibatan aktif peserta. “Kami ingin remaja tidak hanya mendapatkan bekal praktis, tapi juga pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi. Dengan begitu, mereka lebih siap dan tidak cemas menghadapi menarche,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama antara perguruan tinggi, sekolah, dan layanan kesehatan. Selain memberi manfaat langsung bagi siswa, kegiatan ini juga mendukung program Puskesmas, khususnya di bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Dengan hadirnya inovasi edukasi menarche, UMTAS tidak hanya memperkuat peran dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga turut mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi fase penting dalam hidup mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*