WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan capaian nasional melalui keberhasilan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026. Prestasi ini mencerminkan penguatan ekosistem akademik dan kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Sejumlah tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berhasil lolos dalam berbagai skema PKM, baik pendanaan maupun insentif artikel ilmiah (PKM-AI). Di sisi lain, empat tim mahasiswa juga sukses menembus program P2MW yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pada skema PKM pendanaan, mahasiswa Program Studi PGSD Umsida mengusung inovasi bertajuk FOCUSMIND-AR, yaitu modul ajar berbasis augmented reality yang dirancang untuk membantu mengelola overstimulasi siswa akibat paparan konten digital.
Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris menghadirkan program Listen-Draw-Tell sebagai solusi pembelajaran bahasa berbasis strategi top-down dan bottom-up di sekolah dasar.
Di bidang kesehatan, mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis mengembangkan riset pemanfaatan limbah cangkang kupang dalam bentuk nanoemulgel untuk mendukung pemulihan jaringan pada kasus ulkus diabetikum.
Selain itu, inovasi media pembelajaran berbasis permainan edukatif juga dikembangkan melalui artikel ilmiah tentang media ular tangga berbasis pendekatan deep learning untuk meningkatkan numerasi siswa sekolah dasar.
Dosen pembimbing PKM, Syahrul Ardiansyah, menegaskan bahwa PKM merupakan ajang kompetisi nasional dengan tingkat seleksi yang sangat ketat, sehingga membutuhkan pendampingan intensif.
“Proses pendampingan tidak hanya pada sistematika penulisan, tetapi juga mencakup pemilihan ide, penguatan substansi, hingga strategi agar karya memiliki peluang lolos seleksi,” ujarnya.
Ia menilai bahwa PKM berperan penting dalam membangun daya nalar, kreativitas, serta kemampuan akademik mahasiswa.
“Iklim kompetisinya sangat ketat, sehingga mahasiswa yang lolos merupakan capaian yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kualitas riset mahasiswa dalam PKM saat ini menunjukkan peningkatan signifikan.
“Jika dilihat dari kedalaman kajian, banyak riset PKM yang bahkan melampaui standar penelitian skripsi mahasiswa,” jelasnya.
Selain di bidang riset, Umsida juga menunjukkan capaian di sektor kewirausahaan melalui keberhasilan empat tim mahasiswa dalam program P2MW 2026.
Beragam inovasi bisnis yang diusung mencakup sektor jasa, pangan, manufaktur, hingga bisnis digital. Di antaranya; Usaha berbasis wisata dan budaya, Inovasi minuman herbal berbasis empon-empon, Produk pangan sehat berupa beras rumput laut rendah kalori, dan Platform digital layanan fotografi dan kebutuhan event.
Dosen pembimbing P2MW, Alshaf Pebrianggara, menekankan pentingnya pengalaman praktis dalam membangun bisnis di era digital.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata melalui inovasi bisnis yang berdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa saat ini memiliki keunggulan dalam adaptasi teknologi dan keberanian berinovasi.
“Mereka lebih cepat beradaptasi, terbuka terhadap kolaborasi, dan memiliki semangat mencoba yang tinggi,” pungkasnya.
Be the first to comment